Unduh Aplikasi

KONFLIK TAPAL BATAL DI ACEH JAYA

Keuchik Gampong Cot Dulang: Gapura Dibangun di Tanah Kami

Keuchik Gampong Cot Dulang: Gapura Dibangun di Tanah Kami
Sejumlah warga Gampong Cot Dulang gotong royong membangun gapura yang diprotes oleh warga Gampong Babah Krueng. Foto: Ist

ACEH JAYA - Keuchik Gampong Cot Dulang, Haflizar mengatakan gapura yang dibangun berada di dalam wilayah Gampong Cot Dulang, atau lebih kurang 60 meter dari tapal batas wilayah gampong dan di atas tanah masyarakat sendiri.

"Tidak termasuk dalam kawasan Gampong Babah Krueng dan itu dapat dibuktikan," kata Keuchik Cot Dulang Haflizar, yang menghubungi AJNN, Senin (7/1).

Menurutnya, masyarakat Gampong Cot Dulang sebenarnya sudah sejak lama ingin permasalahan tapal batas dengan Gampong Babah Krueng dapat segera diselesaikan dengan tuntas.

"Kami tidak protes masalah pesantren dan rumah sekolah yang telah memakai nama Gampong Babah Krueng, namun di atas kepentingan bersama lima desa di Kemukiman Lamno tersebut, bahkan masyarakat Desa Cot Dulang sangat mendukungnya dan siap menyumbang setiap tahun untuk pembangunannya," ungkap Haflizar.

Terkait masalah tapal batas tersebut, Haflizar mengaku kalau sebelumnya warganya juga pernah membangun gapura pada tahun 2010, namun sudah dirusak oleh oknum masyarakat Gampong Babah Krueng.

"Tapi kami tidak marah dan tidak pernah melakukan tindakan kekerasan," ujarnya.

Baca: Muncul Konflik Antar Desa, Camat Jaya Hentikan Pembangunan Gapura

Sementara, kata Haflizar, warga Gampong Babah Krueng terus saja menambah bangunan di tanah tapal batas perbatasan desa tersebut, namun bagi masyarakat Cot Dulang, itu tidak menjadi masalah.

"Kami tahu jika Gampong Babah Krueng saat ini tidak lagi punya lahan, tapi tidak juga mengklaim kawasan tersebut adalah wilayah mereka," tegasnya.

Walaupun demikian, ia berharap pihak Kecamatan Jaya dapat menyikapi permasalahan tersebut dengan bijaksana tanpa merugikan salah satu desa.

"Kalau rapat atau ingin mengambil keputusan tolong hadirkan saksi-saksi yang dapat dipercaya dan berani bersumpah sebagai saksi unutk kebenaran," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pemuda Gampong Cot Dulang, Muhammad Taufik mengatakan pembangunan gapura ini sudah lama diimpikan oleh masyarakat.

"Alhamdulillah pada tahun ini gapura tersebut sudah dapat terealisasikan berkat dukungan masyarakat dengan menggunakan dana desa," katanya.

Menurut Taufik, terkait hasil investigasi tim mukim Lamno, masyarakat mempertanyakan salah satu poin di dalam surat tersebut, dan pihak kemukiman Lamno sudah meminta maaf secara lisan kepada masyarakat Gampong Cot Dulang.

"Tim Mukuim Lamno sudah meminta maaf atas kesalahan tafsir dalam acara duduk bersama Muspika Jaya dan masyarakat Gampong Cot Dulang pada Jumat 4 Januari lalu, sehingga pihak Muspika Jaya berjanji akan menyelesaikan permasalahan tapal batas tersebut dalam bulan Januari 2019 ini," jelasnya.

Komentar

Loading...