Unduh Aplikasi

Keuchik di Abdya Diwacanakan Studi Banding ke Thailand

Keuchik di Abdya Diwacanakan Studi Banding ke Thailand
Foto: Ist

ACEH BARAT DAYA - Keuchik dan Ketua Tuha Peut dari 152 desa dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), diwacanakan akan melakukan studi banding ke Thailand. Wacana ini muncul dalam Rapat Tentang Pelaksanaan Studi Banding dan Bimtek APBG tahun 2019 di Aula Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Abdya, Senin (17/6).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) Abdya, Yusan Sulaibi mengatakan, tujuan studi banding ini guna meyerap ilmu di wilayah yang lebih maju, khususnya dibidang pertanian dan perikanan guna diterapkan di desa masing-masing dalam Kabupaten Abdya.

"Dinas hanya sebatas mengkoordinir, bukan sebagai pelaksana. Kami hanya sebatas menyerap aspirasi dari para keuchik yang muncul dalam rapat yang digelar," kata Yusan kepada AJNN, Selasa (18/6).

Menurutnya, wacana keberangkatan dengan tujuan Thailand tersebut muncul berdasarkan aspirasi dari para keuchik yang hadir. Ada beberapa opsi daerah yang bakal dikunjungi sebagai tujuan studi banding seperti, Jawa Barat, Jawa Timur dan Thailand.

Yusan menegaskan, tiga wilayah itu masih dalam tahap wacana. Kegiatan studi banding tersebut dibolehkan dalam Peraturan Menteri Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan konsultasi dengan pihak terkait.

"Nanti, jika sudah ada keputusan kami akan duduk lagi dengan para keuchik. Setelah itu, baru diputuskan satu diantara tiga usulan itu,” ungkapnya.

Kemudian, Yusan menegaskan bahwa belum ada kepastian bahwa pemilihan lokasi studi banding dengan tujuan Thailand tersebut merupakan prioritas utama, sebab kunjungan ke luar negeri membutuhkan syarat yang kompleks.

"Langkah pertama, kami akan berkonsultasi dengan pihak Kementerian Desa dan melihat kembali regulasi tentang penggunaan dana desa, apakah kegiatan ini dibenarkan atau tidak," tegasnya.

Lanjutnya, anggaran dari kegiatan tersebut ada dialokasikan dalam dana desa tahun 2019. Perkiraan biaya keberangkatan studi banding tersebut mencapai Rp 10 juta per orang.

"Per desa ada dianggarkan Rp 20 juta untuk dua orang yang akan berangkat. Namun itu bukan patokan. Bisa jadi biayanya lebih rendah, sesuai dengan kebutuhan serta tujuan keberangkatan," katanya.

Ia berharap kegiatan ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat Abdya. Terkait tentang siapa pelaksana, ia mengakui belum mengetahui pasti. Menurutnya, nanti ada lembaga yang membidangi dan akan membuat kontrak dengan para kepala desa.

"Nanti kami akan menanyakan kepada pihak penyelenggara, siapa yang sanggup dengan uang sebesar itu," pungkasnya.

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...