Unduh Aplikasi

Ketua MPU Aceh: Pelaksanaan Cambuk di Lapas Pilihan Tepat

Ketua MPU Aceh: Pelaksanaan Cambuk di Lapas Pilihan Tepat
Foto: Net

BANDA ACEH - Sebelum disahkan menjadi Peraturan Gubernur Aceh Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Hukum Acara Jinayat. Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf telah menggelar rapat Forkopimda plus di ruang rapat Gubernur Aceh, Rabu (14/2) lalu.

Turut hadir dalam rapat Forkopimda tersebut, yaitu Wali Nanggroe Aceh, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Aspidum Kejati Aceh, Kajari Singkil, Kolonel Ahmad Husen (Mewakili Pangdam), Kabid Hukum Polda Aceh, (Mewakili Kapolda), Ketua MPU Aceh, Ketua Mahkamah Syar’iyyah Aceh, Komisi VII DPRA, Katibul Wali, Prof Alyasa Abubakar, Prof Hamid Saroeng, Prof Syahrizal Abbas, Prof Farid Wajdi, Prof Mustanir, Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Kadis Syariat Islam Aceh, Kabid Hukum dan HAM DSI Aceh.

Salah satu isu yang dibahas dalam rapat tersebut, mengenai pelaksanaan hukuman cambuk yang selama ini dilakukan di tempat umum serta disaksikan oleh orang banyak termasuk anak-anak di bawah 18 tahun.

Berdasarkan Qanun Nomor 7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat bunyi pasal 262 Ayat 2, uqubat cambuk dilaksanakan disuatu tempat terbuka dan dapat dilihat oleh orang yang hadir dan tidak boleh dihadiri oleh anak-anak di bawah umur 18 tahun.

Baca: Wabup Aceh Besar: Kami Tetap Gelar Cambuk di Depan Umum

Dalam rangka mencegah agar pelaksanaan cambuk kedepan tidak lagi disaksikan oleh anak-anak di bawah umur 18 tahun, maka wacana pelaksanaan cambuk dalam lembaga pemasyarakatan (lapas), dituangkan dalam rancangan Peraturan Gubernur tentang Pelaksanaan Hukum Acara Jinayat.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof Tgk H Muslim Ibrahim mengatakan keinginan Gubernur Aceh, untuk melaksanakan hukuman cambuk bagi pelanggar syariat di lapas menjadi pilihan yang tepat.

Menurut Tgk Muslim, berdasarkan maksud dalam Alquran surat An Nur ayat 2, yang berbunyi "perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah hukuman mereka disaksikan oleh sekelompok orang-orang yang beriman".

“Sebenarnya sekelompok orang yang dimaksudkan dalam ayat itu cukup 9 orang saja yang menyaksikannya dalam pelaksanaan uqubat di depan umum,“ ungkap Tgk H Muslim Ibrahim, dikutip AJNN sebagaimana tertuang dalam notulensi rapat tersebut.

Komentar

Loading...