Unduh Aplikasi

Ketua KNPI Wahyu Saputra: Kadispora Jangan Berpolitik

Ketua KNPI Wahyu Saputra: Kadispora Jangan Berpolitik
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Wahyu Saputra kubu Ketua Pusat Rifai Darus. Foto: Ist

BANDA ACEH - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Wahyu Saputra kubu Ketua Pusat Rifai Darus, berang dengan sikap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh Darmansyah. Ia meminta kepada Darmansyah jangan terlalu berpolitik dan menghambat pencairan dana Kongres KNPI di Aceh.

Kata Wahyu, persoalan dualisme KNPI Aceh sudah selesai, sehingga tidak ada alasan bagi Dispora Aceh tidak mencairkan anggaran Kongres KNPI tersebut.

"Kadispora jangan berpolitik, dualisme sudah kelar di Aceh," tegas Wahyu Saputra saat ditemui AJNN, Rabu (5/9).

Wahyu menjelaskan permasalahan dualisme itu sudah selesai sejak Kantor KNPI Aceh yang beralamat di Jambo Tape sudah dikembalikan kepada KNPI versi Jamaluddin oleh pihak kepolisian.

"Segala fasilitas kantor, gedung pemuda, kendaraan operasional, kami yang gunakan. Dan KNPI versi Zikrullah Ibna itu kantornya masih di Depok, Provinsi Jawa Barat," ungkapnya.

Kemudian, dukungan lain juga bisa dilihat dari 70 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda di bawah KNPI Aceh juga berada di belakang mereka, bukan KNPI versi Zikrullah Ibna.

"Sebanyak 70 OKP berada di belakang KNPI Aceh yang saya ketuai. Silahkan panggil OKP dengan menanyakan kepada siapa mereka berpihak," tantang Wahyu.

"Dan DPD II KNPI Se Aceh juga mendukung versi saya, itu dibuktikan dengan hadirnya bupati dan wali kota se-Aceh dalam setiap kegiatan di daerah."

Baca: Yang Muda Yang Menetek

Selain itu, mengenai anggaran, Wahyu menyampaikan bantuan dari pemerintah juga selalu diberikan kepada KNPI yang dipimpinnya sejak beberapa tahun lalu.

Tak hanya itu, setiap kegiatan pemerintahan di Aceh baik eksekutif maupun legislatif selama ini juga selalu melibatkan mereka, bukan versi Zikrullah Ibna.

"Bantuan dari pemda sejak tahun lalu diberikan kepada KNPI versi Jamaluddin. Sampai hari ini setiap agenda pemerintahan Wahyu Saputra yang diundang," jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan pengajuan anggaran untuk biaya Kongres KNPI di Aceh itu dilakukan oleh KNPI semasa kepemimpinan Jamaluddin yang sekarang diteruskan kepadanya.

"Jadi apa lagi yang dipersoalkan, dimana letak dualisme," ujarnya.

Bahkan, Wahyu juga mengingatkan Kadispora Aceh jika sampai kegiatan Kongres KNPI gagal terlaksana di Aceh hanya karena anggaran tidak dicairkan, maka Dispora Aceh harus bertanggungjawab, dan semua pemuda bakal meminta pertanggungjawaban kepala dinas.

"Kalau anggaran tidak dicairkan dan kongres gagal, maka Kadispora harus bertanggungjawab," tegas Wahyu Saputra.

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...