Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

Kerjasama Pengelolaan Mess Aceh oleh PT AHM Sejak 2014

Kerjasama Pengelolaan Mess Aceh oleh PT AHM Sejak 2014
Mess Aceh di Jakarta.Foto: Acehinfo

BANDA ACEH - PT AHM Indonesia menggugat Pemerintah Aceh sebesar Rp 1 triliun lebih terkait pengelolaan Mess Aceh yang beralamat di Jl RP Soeroso, nomor 14 Kelurahan Cikini Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, Rabu 3 Oktober 2018 lalu.

Berdasarkan data yang diunggah pada laman website Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (http://sipp.pn-jakartapusat.go.id), gugatan dengan nomor perkara 551/Pdt.G/2018/PN Jkt.Pst itu, PT AHM Indonesia dalam gugatannya menyatakan Pemerintah Aceh (Tergugat) telah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap penggugat.

Ternyata Mess Aceh ini sudah bekerjasama pemanfaatan dengan PT Amazing Hotel Management (AHM) Indonesia sejak 30 Mei 2014 dengan masa berlaku selama 20 tahun, dan dievaluasi setiap 3 tahunnya. Sebelumnya pengelolaan Mess Aceh ini juga telah melalui proses tender yang kemudian dimenangkan oleh PT AHM Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dipublis pada situs resmi Pemerintah Aceh (acehprov.go.id), Kamis 12 Juni 2014 lalu tentang kerjasama pemanfaatan dalam pengelolaan Mess Aceh itu dijelaskan bahwa dalam rangka mengoptimalkan dayaguna dan hasilguna barang milik daerah dan meningkatkan penerimaan/ pendapatan daerah, Pemerintah Aceh telah melakukan kegiatan pemanfaatan (penggunausahaan) barang milik daerah dengan pihak lain.

Baca: Soal Pengelolaan Mess, Pemerintah Aceh Digugat Rp 1 Triliun

Untuk memanfaatkan aset tersebut (Mess Aceh), maka Pemerintah Aceh melakukan pengelolaan secara profesional oleh pihak ketiga yang mempunyai kemampuan perhotelan dalam bentuk kerjasama pemanfaatan seperti tertuang dalam Permendagri Nomor 17 Tahun 2007.

Penunjukan pengelolaan kepada pihak ketiga itu pun dilaksanakan melalui mekanisme tender oleh panitia pemilihan mitra kerja yang ditunjuk dengan Surat Keputusan Gubernur Aceh. Kemudian, dari hasil pelaksanaan tendernya dimenangkan oleh PT AHM Indonesia dengan kontribusi tetap sebesar Rp 2,5 miliar per tahun, dan bagi hasil keuntungan mencapai 15 persen per tahun yang disetor langsung ke Kas Aceh.

Penandatangan perjanjian kerjasama pemanfaatan Mess Aceh yang dilakukan pada tahun 2014 lalu itu ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Aceh Dermawan dari pihak Pemerintah Aceh dengan T Munawarsyah selaku Director of Operation Amazing Hotels (PT AHM Indonesia).

Dari hasil perjanjian itu sendiri, selain besaran konstribusi tetap dan bagi hasil keuntungan, juga disepakati adanya discount khusus bagi masyarakat Aceh yang menginap di Mess Aceh dengan hanya menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Untuk diketahui, bangunan Mess Aceh yang beralamat di Jalan RP Soeroso nomor 14 Kelurahan Cikini Kecamatan Menteng Jakarta Pusat itu beridiri diatas tanah seluas 2.148 m2 dengan luas bangunan gedung 14.933,66 m2 itu didalamnya terdapat 65 kamar tidur dan 5 diantaranya setara dengan fasilitas hotel bintang 5, bahkan juga dilengkapi fasilitas ruang aula kedap suara yang dapat menampung 200 audien serta memiliki area parkir dilantai basement yang dapat memuat 75 mobil.

Terkait persoalan ini, Kepala Biro Hukum Pemerintah Aceh, Amrizal J Prang belum menjawab konfirmasi AJNN, ia mengatakan sedang di Jakarta.

"Saya lagi di Jakarta, nanti saja, lagi dalam ruangan ni," katanya singkat.

Khanduri Laot
GANN

Komentar

Loading...