Kepala BPDASHL Krueng Aceh Tantang Kepala DLH Kota Langsa

Kepala BPDASHL Krueng Aceh Tantang Kepala DLH Kota Langsa
Wakil Wali Kota Langsa didampingi Kepala BPDASHL Krueng Aceh serta Forkompimda sedang menanam pohon secara simbolis di hutan Kota Langsa yang baru.

LANGSA-Kepala BPDASHL Krueng Aceh, Sofyan Ahmad menantang Kepala Dinas Lingkungan ‎Hidup (DLH) Kota Langsa, Umar untuk terus melakukan penanamam pohon di hutan Kota Langsa yang baru.

"Saya tantang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa supaya jangan sampai berakhir pada hari ini saja penanaman pohon, namun bisa diteruskan. Karena sama kami masih ada 5 ribu pohon yang telah bersertifikat ‎siap kami berikan,".

Tantangan tersebut dilontarkan Sofyan Ahmad kepada Kepala DLH Langsa dihadapan Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid saat acara lonching penanaman pohon di hutan Kota Langsa yang baru berlokasi di Gampong Pondok Kumuneng, Kecamatan Langsa Lama atau tepatnya di tempat pembuangan akhir (TPA), Selasa (14/11).

Sofyan mengatakan, hutan sangat penting dijaga salah satu caranya dengan menanam pohon baru. Karena bila hutan tidak dijaga dengan baik, maka akan terjadi bencana yang dasyat.

"Kalau bukan kita yang peduli terhadap hutan, siapa lagi," kata Sofyan mengingatkan.

‎Sofyan menjelaskan, pada setiap batang pohon ada cabang, ranting dan daun. Nah, daun itu akan bertasbih. Satu batang pohon bisa menghidupi dua manusia dengan oksigennya.

"Selama ini kita hanya bisa menikmati oksigen dari pohon yang ditanami oleh orang lain. Jadi mulai hari ini kita harus ikut serta menanam pohon untuk membantu orang lain memperoleh oksigen," ajak Sofyan.‎

Sementara itu, Wakil Wali Kota Langsa Marzuki Hamid kepada wartawan menjelaskan, ‎hari ini merupakan program lounching penanaman pohon yang dilaksanakan Pemko Langsa bekerjasama dengan BPDASHL Krueng Aceh ‎di hutan kota baru seluas 36 hektare milik Pemko Langsa.

‎Kegiatan hari ini juga sekaligus ‎memperkenalkan tempat pembuangan akhir (TPA) kepada masyarakat yang masih belum mengetahui dimana lokasi TPA Kota Langsa. Program penanaman pohon ini juga dalam rangka mengantisipasi pemanasan global yang telah menjadi persoalan internasional akibat kurangnya pepohonan.‎

"Kita sedang menciptakan Kota Langsa ‎agar kembali sebagai Kota Langsa ditahun era 50-an lalu yang dikenal dengan kota dingin dan sejuk," kata Marzuki Hamid.

Lokasi TPA ini, kata Marzuki, sedang diupayakan menjadi tempat wisata baru di Kota Langsa sebagai lokasi wisata edukasi. Jangan seperti selama ini, kesannya kalau orang datang ke TPA harus tutup hidung. Tapi ke depan yang datang ke TPA bisa menikmati wisata.‎

"Insya Allah kedepan kami akan membangun sejumlah fasilitas permainan ‎dan menanam tanaman berbuah di lokasi hutan kota yang baru ini agar masyarakat tertarik datang kemari seperti datang ke hutan lindung," ungkap Marzuki Hamid.

 

Sail Sabang 2017 Humas Provinsi Aceh
MTQ XXXIII 2017
data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...