Unduh Aplikasi

Kepala BPBA: Proses Lelang Tujuh Proyek di Aceh Selatan Sesuai Aturan

Kepala BPBA: Proses Lelang Tujuh Proyek di Aceh Selatan Sesuai Aturan
Proyek rekonsturksi sungai yang dilelang di LPSE Aceh. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) menilai proses tender tujuh paket proyek rekonstruksi tanggul sungai di Kabupaten Aceh Selatan terlalu dipaksakan.

Koordinator LPLA, Nasruddin Bahar mengatakan menurut jadwal lelang Evaluasi Penawaran tanggal 9 November 2017, Penetapan Pemenang Lelang tanggal 15 Desember 2017 dan Penanda Tanganan kontrak tanggal 21 sampai dengan 23 Desember 2017.

"Mengingat tahun anggaran 2017 tinggal menghitung hari, tidak mungkin pekerjaan ini bisa diselesaikan dengan waktu yang tersedia hanya beberapa hari sejak kontrak ditandatangani," kata Nasruddin Bahar dalam rilisnya.

Ketujuh proyek yang dimaksud meliputi Rekonstruksi Tanggul Sungai Gp.Apha-Pawoh Rp.2,99 Miliar, Rekonstruksi Tanggul Sungai Meukek Rp.1,99 miliar, Rekonstruksi Tanggul Sungai Sawang Rp 1,11 miliar, rekonstruksi Tanggul Sungai Kr.Samadua Rp.1,84 miliar, Rekonstruksi Tanggul Sungai Kr.Seurulah Rp.789 juta, Rekonstruksi Tanggul Sungai Kr.L.Bengkuang Rp.3,66 miliar dan Rekonstruksi Tanggul Sungai Kr.Manggamat Rp.1,42 miliar

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulan Bencana Aceh (BPBA) Yusmadi saat dikonfirmasi AJNN menjelaskan anggaran proyek tersebut bersumber dari dana hibah Pemerintah Pusat dalam rangka bantuan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tahun anggaran 2017. Dana itu dikelola BPBA.

Surat pentapan hibah. Foto: Dok AJNN

Dikatakan Yusmadi, proses lelang proyek tersebut tidak dipaksakan, pasalnya dalam perjanjian hibah bantuan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tahun anggaran 2017 itu disebutkan, Pemerintah Aceh menyelesaikan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana paling lambat 12 bulan setelah transfer dana dari rekening kas umum negara ke kas umum daerah.

"Sementara dana hibah itu ditranfer pada tanggal 13 Juni 2017. Artinya kita punya waktu hingga Juni 2018 mendatang," katanya dokumen hibah, Kamis (9/11).

Jumlah dana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana . Foto: Dok AJNN

Kata dia, terkait waktu pemanfaatan dana hibah itu juga disebutkan dalam surat BNPB Nomor: S.232/BNPB/D-III/RR.02/7/2017 yang ditujukan kepada Kepala Badan Pengelolan Keuangan Aceh.

Dalam surat itu disebutkan waktu pemanfaatan dana hibah paling lambat 12 bulan setelah dana tersebut ditransfer, dengan demikian dimungkinkan bahwa pemanfaatan dana ini akan melewati akhir tahun anggaran yaitu akhir Desember.

Surat BNPB kepada Kepala Badan Pengelolan Keuangan Aceh. Foto: Dok AJNN

"Luncuran sisa dana kegiatan pada tahun anggaran sebelumnya akan dilanjutkan pada tahun berikutnya sesuai RKA yang sudah ditetapkan," kata Yusmadi membacakan isi surat BNPB.

Yusmadi menyebutkan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana itu dibagi dalam dua item, meliputi Rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi (bencana masif) Rp 23 miliar dan rehabilitasi dan rekonstruksi sektor tertentu Rp 15 milar.

Bukti dan tanggal transfer dana hibah. Foto: Dok AJNN

"Untuk proyek di Aceh selatan kita gunakan anggaran dari item rehabilitasi dan rekonstruksi sektor tertentu, sementara yang Rp 23 miliar itu untuk rebab rekon Pijay " sebutnya.

Dia menambahkan total proyek yang akan dibangun menggunakan dana hibah tersebut berjumlah sembilan proyek.

"Tujuh diantaranya sudah dilelang, lokasinya di Aceh Selatan. sementara dua proyek lagi akan segera dilelang yakni pembangunan jembatan Pangwa Pidie Jaya dan jalan evakuasi Pidie Jaya," sebutnya.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...