Unduh Aplikasi

Kenaikan Harga BBM Non-subsidi Dipengaruhi Tren Harga Minyak Dunia 

Kenaikan Harga BBM Non-subsidi Dipengaruhi Tren Harga Minyak Dunia 
ilustrasi. Foto: Deras.co.id

BANDA ACEH - PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi pada Sabtu (24/2) berlaku mulai pukul 00:00 WIB. Sebagaimana diumumkan di website resmi Pertamina, kenaikan harga BBM non-subsidi ini berlaku secara nasional dengan harga dan jenis yang bervariasi di setiap daerah. Khusus untuk wilayah Aceh jenis BBM non-subsidi yang mengalami kenaikan meliputi  Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini bervariasi, berkisar antara Rp 300 sampai dengan Rp 750 untuk setiap liternya. BBM jenis pertamax awalnya dibanderol dengan harga Rp 8.700 per liter kini menjadi Rp 9.000 per liter. Pertamax Turbo dari Rp 9.700 per liter kini naik menjadi Rp 10.200 per liter. Dexlite dari harga Rp 7.500 per liter menjadi Rp 8.100 per liter dan Pertamina Dex mengalami kenaikan paling tinggi dari Rp 9.750 per liter menjadi Rp 10.500 per liter.

Unit Manager Communication and CSR  Pertamina  Sumbagut, Rudi Ariffianto, mengungkapkan kenaikan harga BBM non-subsidi akibat tren harga minyak mentah dunia yang terus mengalami kenaikan sejak beberapa bulan terakhir. 

"Pertimbangan utamanya karena memang tren harga minyak mentah dunia yang naik dan juga kurs rupiah terhadap dollar Amerika. Hal ini selalu kami review dan menjadi landasan penetapan harga," ungkap Rudi kepada AJNN, Senin (26/2).

Ditanya mengenai kemungkinan akan terjadinya lagi kenaikan terhadap harga BBM. Dia mengatakan bahwa tidak mungkin berandai-andai terkait tren harga minyak mentah dunia ini apakah akan naik atau turun. 

"Karena minyak merupakan komoditas global, terlalu banyak faktor yang mempengaruhi. Yang kita lakukan adalah pengaturan (adjustment), apabila tren (harga minyak mentah) naik, maka harga produk menjadi naik dan begitu pula sebaliknya. Dan ini sudah biasa terjadi bertahun-tahun dan masyarakat konsumen sepertinya sudah terbiasa dengan perubahan ini," jelasnya.

"Pengaturan dari sisi permintaan (demand) juga perlu, yaitu bagaimana masyarakat menjadi lebih berhemat sehingga BBM digunakan secara bijak dan produktif," tambah Rudi Ariffianto.

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...