Unduh Aplikasi

Kemenag Bireuen Larang Masjid Muhammadiyah Berdiri di Juli

Kemenag Bireuen Larang Masjid Muhammadiyah Berdiri di Juli
Sepenggal surat penolakan dari masyarakat Juli terhadap pembangunan masjid At Taqwa, Juli.
BANDA ACEH - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen menolak memberikan rekomendasi kepada panitia pembangunan Masjid At-Taqwa Muhammadiyah, Juli. Surat ini dikeluarkan oleh Kementerian terkait penolakan masyarakat setempat terhadap pembangunan masjid yang digagas oleh warga Muhammadiyah tersebut.

Surat itu dikeluarkan 17 Februari 2016, dengan nomor Kid.01.12/HM.01/676/2016. Dalam pertimbangannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Bireuen menjadikan surat Kepolisian Resor Bireuen sebagai alasan penolakan. Beberapa waktu lalu, kepolisian mengeluarkan larangan pendirian masjid karena penolakan dari sekelompok masyarakat di kecamatan itu.

Camat Juli, 3 Januari 2016, mengeluarkan rekomendasi yang sama setelah menggelar rapat pembangunan masjid At-Taqwa Muhammadiyah di Kecamatan Juli.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka pembangunan masjid At-Taqwa Muhammadiyah Juli untuk sementara tidak dapat diberikan rekomendasi sampai kondisi kembali normal dan tidak ada lagi penolakan terhadap rencana pembangunan masjid tersebut.

Seperti ditulis Republika.co.id, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bieruen Athaillah A Latief mengatakan di malam sebelum peletakan batu pertama pembangunan masjid, datang segerombolan orang mengatasnamakan warga Juli Keude Dua. Mereka meminta Kepala Kepolisian Sektor Juli membatalkan acara tersebut.

Mereka mengancam akan melakukan perlawanan jika pembangunan masjid itu tetap dilanjutkan. “Akhirnya demi kamtibmas, kita tidak menyelenggarakan seremoni peletakan batu pertama, hanya menerima tamu biasa yang sudah telanjur kita undang, termasuk dari donatur yang itu pun mendapat penjagaan ketat dari polisi,” kata Athaillah.

Athaillah mengatakan semua persyaratan pembangunan telah dipenuhi, termasuk dukungan dari masyarakat yang dibuktikan dengan penyerahan fotokopi KTP dan tanda tangan minimal 60 orang. Mereka bahkan mengumpulkan hingga 150 orang. Dukungan dari jamaah juga minimal 90 orang, tetapi PDM berhasil mengumpulkan hingga 150 orang.

Rekomendasi untuk keluarnya IMB sudah didapatkan dari keuchik (lurah) kampung, camat, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen. Namun, Athaillah mengatakan rekomendasi pembangunan masjid mulai tersendat di kantor Kementerian Agama Bireuen.
HUT AJNN 6th - Pemko Sabang
HUT AJNN 6th - Hendri Yono
HUT AJNN 6th - JSI
HUT AJNN 6th - Disbudpar Banda Aceh
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...