Unduh Aplikasi

Keluarkan Penilaian Kota Toleransi, Indikator Setara Institute Dipertanyakan

Keluarkan Penilaian Kota Toleransi, Indikator Setara Institute Dipertanyakan
Logo Setara.Institute

BANDA ACEH - Protes hasil penilaian Setara Institute yang menempatkan Banda Aceh sebagai kota dengan indeks tingkat toleransi sangat rendah di Indonesia terus disuarakan anggota DPR Kota Banda Aceh. Setelah sebelumnya dilayangkan oleh Ketua Fraksi PKS, protes terhadap hasil penilaian Setara Institute itu kembali disampaikan Ketua Komisi D DPRK Kota Banda Aceh, Sabri Badruddin.

" Indikator yang digunakan Setara Institu ini apa sehingga menempatkan Banda Aceh di posisi terendah," kata Sabri Badruddin, Ahad (9/12/2018).

Baca: Indeks Kota Toleransi Setara Institute Menuai Protes

Sabri menilai penempatan Banda Aceh sebagai kota dengan indek toleransi terendah ke 2 setelah Tanjung Balai oleh Setara Institute sangat aneh dan tidak masuk akal, karena faktannya sejak abad ke-17 kaum minoritas (Etnis China) telah datang ke Aceh. Kondisi tersebut juga dilakukan oleh etnis-etnis lainnya.

" Dan sejak mereka datang kesini, belum pernah tercatat dalam sejarah kaum minoritas terusik di Banda Aceh. Belum pernah ada konflik horizontal antar umat beragama, bahkan mereka bebas beribadah menurut agama masing-masing, meski disini menerapkan syariat islam," kata Badri.

Meski menerapkan syariat islam, lanjut Sabri, masyarakat di Banda Aceh saling menghormati dan tidak saling mengusik kebebasan antar umat beragama dalam menjalankan keyakinannya. Sabri juga mempertanyakan penempatan Kota Ambon dan Kupang dalam 10 besar dengan toleransi tinggi.

Baca Juga: Daftar 10 Kota dengan Toleransi Terendah, Banda Aceh Nomor Dua
 

" Anehnya lagi dalam penilaian IKT Setara Institute menempatkan Ambon dan Kupang masuk dalam 10 besar kota dengan toleransi tinggi. Padahal faktannya dan dicatat sejarah kedua kota ini pernah pecah konflik antar kelompok agama berbeda,"kata Sabri.

Politisi Partai Golkar tersebut meminta Setara Institut untuk menjelaskan ke publik Indikator yang digunakannya dalam menilai Indek Toleransi kota-kota di Indonesia serta metode yang digunakan.

" Kenapa kita minta mereka menjelaskan ini (indikator dan metode) karena riset ini jelas-jelas merugikan dan mendiskreditkan Kota Banda Aceh di mata masyarakat luar. Bila perlu mereka melakukan riset ulang," ujar Sabri.

Komentar

Loading...