AJNN Ucapan Ramadhan

Keluarga Korban Pemerkosaan di Langsa Tolak Berdamai

·
Keluarga Korban Pemerkosaan di Langsa Tolak Berdamai

LANGSA - Keluarga Ip (16) warga Langsa Lama‎ yang menjadi korban pemerkosaan oleh dua laki-laki yang mengaku anggota Satpol-PP ‎pada Desember 2016 lalu, menolak berdamai.

Baca : Mengaku Petugas Satpol PP, Dua Pria Diduga Perkosa Pelajar Putri

"Orang tua korban sudah sepakat ‎menolak perdamaian dari pihak pelaku dalam bentuk apapun," kata empat penasehat hukum korban diantaranya Dian Yuliani SH, Suhela Hera Wati SH, Murhadi, SH dan Khairuddin SH kepada AJNN, Jum'at (6/1).

Dian Yuliani menuturkan, dua pelaku pemerkosa telah berusaha membujuk orang tua korban agar kasus tersebut diselesaikan dengan cara damai.

Selaku penasehat hukum korban, pihkanya meminta kepada pihak penegak hukum supaya memproses kedua pelaku pemerkosa itu sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sebelumnya diberitakan, Bunga--sebut saja begitu-- warga Langsa diduga diperkosa oleh dua pemuda di areal perkebunan sawit. Peristiwa itu terjadi pada Jumat lalu, sekitar pukul 20.30 WIB.

“Saat itu, korban bersama teman cowoknya duduk di atas sepeda motor tepatnya di Simpang Tiga Sawitan Desa Kebun Lama," kata Kepala Polsek Langsa Timur Iptu Sugiono kepada AJNN, Ahad (11/12).

Tiba-tiba, muncul empat pria mengaku sebagai anggota Satpol-PP. Korban dibawa paksa oleh dua orang pria. Sedangkan teman korban dibawa oleh dua pria lainnya ke dalam kebun sawit. Mereka dipisahkan.

Saat di kebun sawit, korban sempat meminta kepada dua pria tersebut agar dibawa pulang ke rumahnya. Akan tetapi, seorang pria berinisial ZU (32), warga Desa Pondok Pabrik, Kecamatan Langsa Lama, melampiaskan nafsunya.

Hal sama juga dilakukan oleh pelaku lain, FR (35) warga Desa Pondok Pabrik. Korban baru dilepas sekitar pukul 21.00 WIB.

Sesampainya di rumah, Bunga langsung melaporkan tindakan biadab yang dilakukan dua pria itu kepada orang tuannya.

Selang beberapa jam dicari oleh orang tuanya, dibantu geuchik serta warga, dua pelaku tersebut berhasil diringkus. Warga dan perangkat desa kemudian menghubungi polisi.

“Pelaku langsung kami amankan,” kata Sugiono.

Pemerintah Aceh Ucapan Ramadhan

Komentar

Loading...