Unduh Aplikasi

Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat, Hukum Materil dan Formil Sangat Terbatas

Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat, Hukum Materil dan Formil Sangat Terbatas
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (Apik) Provinsi Aceh, saat ini sedang membangun berbagai upaya mekanisme bersama untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan pelecehan seksual terhadap anak.

Untuk menggerakkan kegiatan tersebut, pihaknya merangkul sejumlah jejaring lembaga layanan untuk mencegah meningkatnya kekerasan terhadap perempuan dan pelecehan seksual terhadap anak setiap tahunnya.

Ketua LBH Apik Aceh, Roslina mengatakan, kekerasan seksual semakin berkembang dan beragam, sementara hukum materil dan formil yang mengaturnya sangat terbatas. Oleh karena itu, LBH Apik Aceh sebagai salah satu anggota Forum Pengadalayanan (FPL) bagi perempuan korban kekerasan, bersama dengan jejaring lembaga layanan, melakukan berbagai upaya membangun mekanisme bersama untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

“Saat ini kami bersama-sama jaringan FPL, sedang mendorong pengesahan rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual, hadirnya undang-undang yang mengatur secara khusus tentang kekerasan seksual sangatlah dibutuhkan,” katanya kepada AJNN, Sabtu (14/4).

Roslina menambahkan, dukungan pemerintah daerah dalam bentuk komitmen yang diwujudkan dalam peraduran daerah (Perda), peraturan desa (Perdes) pencegahan, perlindungan, penanganan dan pemulihan terhadap korban menjadi sangat penting. Mengingat, situasi kekerasan seksual terhadap perempuan semakin meresahkan.

“Kasus ini sangat rentan terjadi terhadap siapapun, tanpa ada upaya dan usaha dari segenap pihak terutama pemerintah daerah, agar peristiwa kekerasan seksual tidak terus berulang, kita semua jangan jadi penonton dan hanya mampu mengutuk, menyesali. Akan tapi bergeming harus melakukan perubahan,” katanya.

Ibadah Haji 1439H

Komentar

Loading...