Unduh Aplikasi

Kejurnas Catur Jadi Momen Penting bagi Pengembangan Olahraga Aceh

Kejurnas Catur Jadi Momen Penting bagi Pengembangan Olahraga Aceh
Salah satu atlet catur sedang berlomba dalam Kejurnas Catur yang berlangsung di Hall Serbaguna, Komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Foto: Fauzul Husni

BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berharap atlet catur Aceh bisa berprestasi di kejuaraan nasional (Kejurnas) ke-47 yang digelar di Banda Aceh. 

"Kami harapkan Aceh bisa menghasilkan atlet catur berprestasi nasional, dan bermain di kancah international," kata Nova Iriansyah kepada wartawan usai membuka Kejurnas Catur ke-47 di Hall Serbaguna, komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Rabu (10/10) malam.

Katanya, melalui Kejurnas ini akan lebih banyak lagi putra-putri Aceh yang masih muda-muda menekuni olahraga catur, sehingga nanti bisa berprestasi di tingkat nasional. 

Nova Iriansyah menyebutkan, untuk itu perlu pembinaan bagi atlet-atlet catur yang masih berusia muda atau junior, sehingga nantinya bisa diharapkan prestasinya di tingkat nasional. 

Dalam sambutannya, Nova mengatakan, Aceh menjadi tuan rumah Kejurnas dan Rakernas catur ini, tidak sekedar menyelenggarakan kegiatan olah raga semata, tapi yang lebih penting lagi, sebagai ajang uji coba bagi Aceh, untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah PON bersama dengan Sumatera Utara pada tahun 2024 mendatang.

"Kami sangat mendukung penyelenggaraan even olahraga tingkat nasional di Aceh, karena dengan lebih banyaknya even nasional di daerah ini, maka akan semakin baik bagi peningkatan iklim kompetisi olahraga, yang pada gilirannya akan semakin membawa arah pengembangan olahraga Aceh menuju perwujudan “Aceh Teuga” yang kita cita-citakan bersama,” ujarnya.

Kejurnas dan Rakernas catur ini, kata Nova, merupakan momen yang juga sangat penting bagi pengembangan olahraga Aceh. Karena itu, para panitia dan seluruh pihak terkait untuk mempersiapkan dan melayani para peserta dengan baik, mulai dari kedatangan sampai kembali ke daerah masing-masing.

Selain itu, kegiatan Kejurnas ini juga merupakan ajang untuk meningkatkan prestasi pecatur di daerah-daerah, khususnya Aceh. Memang secara nasional, pecatur Aceh belum dapat meraih prestasi yang maksimal. Prestasi tertinggi pecatur Aceh adalah saat lolos mengikuti PON di Palembang, Sumsel, beberapa tahun lalu.

“Namun demikian, kita tentu tidak boleh berpatah semangat. Peluang untuk maju masih terbuka lebar. Oleh karena itu, kami mengharapkan kepada Pengprov Percasi Aceh dan Pengprov cabang olahraga lainnya, serta seluruh stakeholder olahraga Aceh, untuk bekerja lebih keras lagi dalam mempersiapkan atlet-atletnya,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar yang akrab disapa Abu Razak mengatakan, pagelaran Kejurnas Catur sejalan dengan program KONI Aceh, yakni memperbanyak even nasional digelar di daerah ini. 

"Ke depan bisa lebih banyak digelar Kejurnas di Aceh, sehingga akan muncul atlet-atlet berprestasi. Kita harap melalui Kejurnas ini, pecatur Aceh bisa meraih prestasi,” ujar Abu Razak. 
Abu Razak mengatakan, prestasi di Kejurnas menjadi tolok ukur bagi atlet Aceh untuk menghadapi Pra PON 2019 dan PON XX/2020 di Papua. 

Sementara itu Ketua Umum PB. Percasi, GM Super Utut Adianto mengatakan, Kejurnas di Banda Aceh juga mempertandingkan kelompok yunior yang diikuti sekitar 300 pecatur cilik. Ini adalah suatu pontensi untuk mendapatkan pecatur berprestasi di masa mendatang. 

"Secara kuantitas ini suatu potensi yang menjadi tugas kita bersama untuk mengubahnya menjadi prestasi", katanya. 

Utut menyebutkan, melalui Kejurnas ini akan direkrut pecatur yunior kelompok usia 7  hingga 19 tahun yang akan dikirim ke ke kejuaraan Asean.

Sedangkan juara kategori terbuka (semua umur) dan senior putri akan diikutkan pada kejuaraan inter zona sebagai ajang pra kualifikasi untuk bermain di kejuaraan dunia. 

Sebelumnya Ketua Umum Pengprov Percasi Aceh, Aldin NL mengatakan, pihaknya telah berusaha maksimal untuk menyelenggarakan Kejurnas sehingga menjadikan suatu tolok ukur bagi Aceh sebagai tuan rumah PON XX/2024.

"Melalui pelaksanaan Kejurnas Catur ke-47, kita membuktikannya," ujar Aldin yang juga Plt. Ketua PWI Aceh ini. 

Ia menyebutkan, Kejurnas diikuti 489 pecatur dari 29 provinsi. Mempertandingkan kategori terbuka (semua umur), senior putri, veteran, kategori yunior kelompok usia (KU) 7 tahun, 9, 11, 13, 15, 17 dan KU 19 tahun putra-putri (14 kategori), semuanya 17 kategori. 

Sebutnya, kontingen tuan rumah Aceh menyertakan 39 pecatur yang akan bermain di semua nomor yang dipertandingkan. Bersamaan Kejurnas, jelasnya, juga digelar rapat kerja nasional (Rakernas) Percasi ke-40 dan pelatihan pelatih dan wasit tingkat nasional. 

Komentar

Loading...