Unduh Aplikasi

Kejari Pidie Jaya Mulai Dalami Masalah Biogas

Kejari Pidie Jaya Mulai Dalami Masalah Biogas
Kajari Pidie Jaya, Mukhzan SH MH

PIDIE JAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya mulai mendalami terkait biogas bantuan Pemerintah Aceh tahun 2018 di Kabupaten Pidie Jaya yang dinilai tidak berfungsi.

“Saya telah memerintahkan Kasi Intel untuk mengecek kondisi biogas yang dilaporkan media dan masyarakat tentang kondisi real fisiknya di lapangan seperti apa,” kata Kajari Pidie Jaya, Mukhzan kepada AJNN, Kamis (11/7).

Mukhzan juga menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh guna meminta kontrak proyek biogas tersebut.

“Kita akan pelajari spek kontraknya, dan kita akan membandingkan dengan yang terpasang di lapangan,” jelasnya.

Baca: Mengintip Masalah Biogas di Pidie Jaya

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Pidie Jaya, Rifai menyebutkan, pihaknya sudah mulai melakukan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) tetapi sifatnya masih tertutup.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengajak rekan-rekan media untuk meninjau kondisi biogas bantuan Pemerintah Aceh itu.

“Kita sudah mulai puldata dan pulbaket, nanti kita juga akan mengajak rekan media untuk meninjau biogas di lapangan,” sebut Rifai.

 Baca: Habiskan Rp 1 Miliar Lebih, Biogas Bantuan Provinsi di Pijay Tak Berfungsi

Sebelumnya diberitakan, sejumlah biogas di Gampong Rhieng Blang, Kecamatan Meureudu dibiarkan terlantar (tidak digunakan lagi). Menurut Musa Sabi sebagai penerima manfaat, bantuan Pemerintah Aceh tersebut sama sekali tidak ada manfaat, artinya, banyak tenaga yang dikeluarkan, tetapi hasilnya jauh dari kata memuaskan.

"Bagaimana mau digunakan, sudah capek-capek kami angkut kotoran lembu, tapi hasilnya (gas yang dihasilkan) tidak cukup untuk memasak satu bambu air pun. Kan lebih baik kami beli gas biasa saja. Seingat saya sejak serahterima tidak sampai satu bulan kami mengunakan biogas ini," kata Musa Sabi.

Baca: Penjelasan Dinas ESDM Terkait Biogas di Pijay Tak Berfungsi

Karena hal tersebut, Musa mengaku memutuskan untuk tidak lagi mengunakan biogas tersebut. Disamping itu, tabung yang dipersiapkan untuk keluar ampas, tetapi bukan ampas yang keluar dari tabung tersebut, melainkan air dengan bau yang sangat menyengat.

"Tabung ini untuk keluar ampas yang katanya bisa dijadikan pupuk, tapi malah air yang keluar, baunya pun sangat menyengat. Sehingga saya berkesimpulan tidak mengunakan lagi biogas ini," jelasnya.

Komentar

Loading...