Unduh Aplikasi

Kejari Banda Aceh Tangkap DPO Korupsi di Bogor

Kejari Banda Aceh Tangkap DPO Korupsi di Bogor
Terpidana korupsi Arista Nugraha ketika tiba di Kantor Kejari Banda Aceh. Foto: Tommy

BANDA ACEH - Setelah masuk dalam Daftar Pencarian Oang (DPO) sejak 2011, terpidana korupsi ditangkap tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh di Bogor, Jawa Timur.

Arista Nugraha merupakan konsultan proyek tanggul air asin Krueng Daroy, Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja Banda Aceh. Proyek tersebut dibiayai Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias.

Kepala Kejari Banda Aceh Erwin Desman mengatakan penangkapan terpidana berawal dari informasi keberadaan yang bersangkutan di kediamannya di Cianjur, Jawa Barat.

Setalah mendapatkan informasi itu, kata Kajari, tim yang dipimpin Kasi Pidsus, Muhammad Zulfan mendatangi rumahnya di Desa Jamali, Kecamatan Mande.

"Namun, kedatangan tim tidak membuahkan hasil, terpidana tidak berada di tempat. Informasi dari istri dan orang tuanya yang bersangkutan berada di Kerawang," kata Kajari, Kamis (11/1).

Namun, setelah dilacak keberadaannya, terpidana akhirnya ditangkap pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Penangkapan dibantu pihak Kepolisian dan Kejaksaan Bogor.

Setelah diamankan sementara di Kantor Kejaksaan Bogor, sekira pukul 07.00 WIB terpidana langsung dibawa ke Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng. Selanjutnya diterbangkan ke Banda Aceh pada pukul 12.00 WIB.

"Selanjutnya, setiba di Banda Aceh terpidana ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banda Aceh guna menjalani masa hukuman," ujar Erwin

Terpidana Arista Nugraha telah divonis penjara satu tahun. Selain penjara terpidana juga dihukum membayar dendam Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara.

"Proyek tersebut, dikerjakan tahun anggaran 2006 dengan pagu anggaran mencapai Rp 4,8 miliar. Sedangkan kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 1,6 miliar," kata Erwin.

Komentar

Loading...