Unduh Aplikasi

Kehadiran SBY

Kehadiran SBY
SBY. Foto: Net

Oleh: Rustam Effendi

SOSOK Susilo Bambang Yudhoyono, sedang menjadi perbincangan banyak pihak pada hari-hari terakhir ini. Mengapa, ada apa dengan SBY?

Sikap beliau yang memutuskan memilih bergabung dengan pasangan Capres Prabowo-Sandi pada Pilpres (Pemilihan Presiden) tanggal 17 April 2019 mendatang merupakan hal yang menarik. Itu juga yang kini hangat diperbincangkan publik.

Keputusan SBY, Presiden ke 6 RI ini, bergabung mendukung pasangan Capres Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 tidak boleh dipandang sebelah mata oleh pasangan Capres Jokowi-Ma'ruf. Publik, terutama para pengamat politik di Tanah Air sangat mahfum mengenai yang sosok ini.

Berhasil memenangi dua kali Pilpres secara berturut-turut pada tahun 2004 dan 2009 adalah bukti ketokohannya. Ini juga yang memperkuat keyakinan, jika beliau memang pantas disebut sebagai salah seorang ahli strategi di jajaran TNI, tempatnya berkarier hingga pensiun.

Tak diragukan, kehadiran SBY di kubu Pasangan Capres Prabowo-Sandi kali ini akan menambah amunisi tim pemenangan pasangan ini. Jujur saja dan maaf sebelumnya, sepertinya tak ada tokoh lain di tanah air yang sekaliber beliau (SBY) yang akan dapat mengisi dan memperkuat tim pemenangan Capres Jokowi-Ma'ruf. Jika pun ada, rasanya, maaf sekali lagi, sosok dan bobot "leadership"-nya belum setara kualitasnya dengan SBY.

Pantas saja jika sebuah media menyebut kehadiran SBY ini akan berefek besar. Meski bukan ahli politik, saya memperkirakan peta raihan suara di beberapa daerah di Pulau Jawa pasti akan mengalami perubahan.

Menurut saya, efek ini benar adanya dan dapat ditelaah dari dua sisi. Di satu sisi, hadirnya SBY akan menambah amunisi kekuatan salah satu capres dalam meraih suara pemilih yang ingin disasar. Di sisi yang lain, diperkirakan akan ada capres yang terancam kehilangan potensi suara pemilih yang mungkin dulu masih dalam genggamannya.

Suka atau tidak, setuju atau ingin menggerutu, sosok SBY memang masih dirindukan oleh banyak publik, terutama para loyalisnya. Jika beliau turun berkampanye, kemungkinan akan menjadi "magnit" yang akan menghimpun banyak calon pemilih di arena. Lihat saja, nanti.

Tentu, suasana kampanye akan menjadi sangat menarik andai ada figur lain di sebelah Capres Jokowi-Ma'ruf yang mampu mengimbangi kharisma Pak SBY yang kini sudah bertekad dan berjanji membantu memenangkan Capres Prabowo-Sandi pada Pilpres 17 April 2019, nanti. Sekali lagi, mari kita lihat.

Dan, diatas segalanya kita selaku rakyat amat berharap agar Pilpres 2019 mendatang tidak menghalangi, apalagi sampai menutupi langkah-langkah kita dalam membangun bangsa ini menuju kemajuan secara bermartabat di tingkat regional dan mondial.

Penulis adalah pengamat ekonomi Aceh

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
DPRA - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...