Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

Kedalaman Pengeboran Minyak di Aceh Timur Mencapai 258 Meter

Kedalaman Pengeboran Minyak di Aceh Timur Mencapai 258 Meter
Api yang keluar dari tempat pengeboran sumur minyak di Aceh Timur. Foto: Ist

BANDA ACEH - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) T Ahmad Dadek menyampaikan, dari hasil peninjauan dan observasi yang dilakukan pihaknya bersama tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, diketahui bahwa kedalaman pengeboran minyak dan gas di Aceh Timur mencapai 258 meter.

Baca: Kronologi Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Timur

"Berdasarkan hasil peninjauan dan observasi lapangan oleh Tim ESDM Aceh ke lokasi kejadian diketahui bahwa kedalaman pemboran diperkiran 258 meter. Ini menunjukkan bahwa cebakan gas yang mengalami semburan adalah berupa trap gas, yaitu cebakan gas dangkal yang potensinya secara ekonomis tidak signifikan," kata T Ahmad Dadek dalam laporannya yang diterima wartawan Kamis (26/4).

Ahmad Dadek menuturkan, langkah penanganan yang dilakukan saat ini masih menunggu sampai cadangan trap gas pada cebakan kedalaman 258 meter berkurang atau habis, sehingga semburan akan berhenti dengan sendirinya, namun belum bisa dipastikan seberapa lama. Pada beberapa kasus bisa beberapa hari sampai beberapa minggu.

Baca: Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Timur, Api Diduga dari Percikan Rokok

Dirinya menyampaikan, penutupan untuk menghentikan api pada permukaan/lubang semburan tidak dapat dilakukan. Hal ini mengingat potensi gas akan keluar pada zona lemah yang lain di sekitar lokasi yang mengakibatkan semburan gas akan menjadi lebih sporadis pada wilayah yang lebih luas.

"Penghentian permanen dapat dilakukan melalui pemboran miring dengan menyuntikkan lumpur bor kedalam lubang semburan pada kedalaman tertentu yang aman. Namun ini membutuhkan waktu yang relative lama dan biaya yang lebih besar karena harus memobilisasi rig pemboran dan instrumen bor ke lokasi kejadian," jelasnya.

Kemudian, kata T Ahmad Dadek, sebagai tindak lanjut penanganan kejadian ini adalah melakukan pengamatan berkelanjutan terhadap aktivitas semburan. Jika diamati adanya penurunan aktivitas dalam satu atau dua hari kedepan, maka sebaiknya langkah penanganan yang dipilih adalah menunggu sampai aktivitas semburan berhenti dengan sendirinya.

Tetapi, lanjutnya, perlu menjaga jarak aman aktivitas masyarakat dari lokasi kejadian termasuk kemungkinan adanya gas sulfide dan CO yang bersifat racun terutama pada malam hari.

Untuk itu, Dinas ESDM Aceh berkoordinasi dengan Pertamina terkait penanganan pemadaman semburan gas yang terjadi, terutama terhadap keamanan di lokasi kejadian.

"ESDM Aceh dan Pertamina akan mendiskusikan penanganan lebih lanjut apabila dalam dua hari kedepan tidak terjadi penurunan aktivitas semburan," pungkas Ahmad Dadek.

T Ahmad Dadek juga mengatakan, secara administrasi lokasi semburan gas terletak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, berada pada koordinat 04 47’ 59,30” LU dan 97 48’ 48,70 BT. Secara geologi lokasi tersebut berada pada Formasi Seureula. Wilayah ini merupakan Wilayah Kerja PT. Pertamina EP Aset 1 Field Rantau, dimana kewenangan pengelolaan wilayah kerja merupakan tanggung jawab pemilik wilayah kerja (Pertamina EP).

Khanduri Laot

Komentar

Loading...