Unduh Aplikasi

Kecam Kekerasan, Aliansi Jurnalis Anti Kekerasan Gelar Aksi Damai

Kecam Kekerasan, Aliansi Jurnalis Anti Kekerasan Gelar Aksi Damai
Seorang Jurnalis melakukan teatrikal pemukulan terhadap wartawan. Foto: Edi Putra

ACEH SINGKIL - Maraknya aksi kekerasan yang dialami oleh jurnalis dalam menjalankan tugasnya mengundang keprihatinan dari belasan jurnalis di Aceh Singkil dan Subulussalam.

Dengan membawa sejumlah tulisan berisi kecaman terhadap pelaku kekerasan, para pewarta yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Anti Kekerasan tersebut menggelar aksi damai di Bundaran Simpang Empat, Rimo, Kecamatan Gunung Meriah Aceh Singkil, Jumat (31/3).

Tabur bunga dan membuang ID Card sebagai bentuk matinya kebebasan pers serta teatrikal penganiayaan terhadap jurnalis oleh oknum preman guna menggambarkan aksi premanisme yang dialami oleh Kontributor iNews TV Biro Medan, Adi Palapa Harahap, Kamis 23 Maret 2017 lalu, turut mewarnai aksi damai itu.

Tak hanya soal Adi Palapa Harap yang rumahnya digeruduk dan dirinya dianiaya oleh sekompok preman akibat pemberitaan yang disorot, kasus pembunuhan Amran Parulian Simanjuntak wartawan mingguan di Medan, Selasa lalu, hingga pengancaman yang dialami oleh wartawan harian Serambi Indonesia dan Antara juga menjadi sorotan.

"Kami aliansi jurnalis anti kekerasan, menuntut agar aparat keamanan memberikan perlindungan hukum terhadap profesi kami, kami pewarta bukan musuh, kami bekerja dilindungi undang-undang, stop segala bentuk kekerasan terhadap wartawan" kata Study dalam orasinya.

Dibagian akhir aksi solidsritas itu, para jurnalis Aceh Singkil dan Subulussalam mengemukakan pernyataan sikap yang isinya mendesak negara melalui aparat keamanan (polisi) untuk menjamin hak dan meberikan perlindungan hukum kepada seluruh jurnalis sesuai dengan amanah konstitusi sebagaiamana yang termaktub dalam UU Pers Nomor 40 tahun 1999.

"Pasal 8 UU Pers dengan jelas menyatakan bahwa dalam menjalankan tugasnya, jurnalis mendapat perlindungan hukum, untuk itu Intimidasi, tekanan serta kekerasan terhadap jurnalis adalah merupakan salah satu bentuk perbuatan melawan hukum, tangkap semua pelaku yang melakukan kejahatan terhadap jurnalis," kata Edi.

Di poin terakhir Jurnaslis Aceh Singkil dan Subulussalam juga mendesak agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) segera menangkap aktor intelektual terhadap penganiayaan yang dialami wartawan iNews biro medan, menangkap pelaku pengancaman wartawan Serambi Indonesia dan Antara di Aceh Selatan, serta mengusut tuntas pembunuhan wartawan mingguan di medan, Sumatra Utara dan mengungkap kasus kasus lainya.

Usai menyampaikan orasi yang mendapat pengawalan dari aparat kepolisian setempat itu, para wartawan dari berbagai media cetak, online dan televisi itupun membubarkan diri dengan tertib, sehingga aksi tak mengganggu arus lalu lintas.

HUT AJNN 6th - Pemko Sabang
HUT AJNN 6th - Hendri Yono
HUT AJNN 6th - JSI
HUT AJNN 6th - Disbudpar Banda Aceh
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...