Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

Kebutuhan Garam Aceh Masih Impor

Kebutuhan Garam Aceh Masih Impor
ilustrasi. Foto: jateng.merdeka.com

BANDA ACEH - Badan Pusat Statisitik (BPS) Provinsi Aceh mencatat pada Februari 2018, nilai impor provinsi Aceh pada Februari 2018 tercatat sebesar 3.7 juta USD, nilai ini mengalami peningkatan sebesar 869,75 persen jika dibandingkan dengan Januari.

Tiga besar yang menjadi komoditi impor Aceh selama Februari 2018, dimulai dari yang tertinggi adalah komoditi bahan kimia organik sebesar 944 ribu USD, kemudian garam, belerang dan kapur dengan nilai sebesar 215 ribu USD, selanjutnya komoditi alas kaki sebesar 120 ribu USD.

Pada Februari 2018 Aceh melakukan impor komoditas migas sebesar 1.9 juta USD (53,20 persen) yang berupa Petroleum Bitumen (minyak aspal), sedangkan impor komoditas non migas nilainya mencapai 1.7 juta USD (46,80 persen).

"Komoditi impor yang paling banyak adalah aspal, untuk pembangunan jalan," kata Wahyudin, Kepala BPS Aceh kepada awak media, Senin (2/4).

Negara yang melakukan transaksi impor non migas yang masuk tiga besar selama periode Januari-Februari 2018 yakni negara Singapura dengan nilai impor sebesar 944 ribu USD (43,27 persen), diikuti negara Tiongkok sebesar 926 ribu USD (42,46 persen), dan negara Thailand dengan nilai impor sebesar 266 ribu USD (12,12 persen).

Khanduri Laot

Komentar

Loading...