Unduh Aplikasi

Kebal Bencana, Bebal Bencana

Kebal Bencana, Bebal Bencana
Ilustrasi: southcountyrockery.net

IMBAUAN Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi angin puting beliung di enam daerah di Aceh perlu menjadi perhatian. Apalagi, ancaman bencana itu juga disertai dengan potensi banjir akibat curah hujan yang diperkirakan akan meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Tanda-tanda kerusakan yang terlihat dalam beberapa pekan terakhir ini sudah sangat nyata. Ruas jalan yang menghubungkan Bireuen dan Aceh Tengah, misalnya, rusak akibat tanah di bawah aspal mengalami longsor. Hal ini dipicu oleh berkurangnya kepadatan tanah akibat curah hujan.

Dalam dua tahun terakhir, banjir juga mendera lebih luas di daerah-daerah yang biasa terdampak. Seperti di Aceh Utara. Bahkan daerah-daerah yang sebelumnya tidak terkena mulai tergenang. Dampak dari tingginya curah hujan dan tak ada hutan yang menyimpan air agar tak langsung turun ke dataran lebih rendah.

Banjir memang tak sedahsyat tsunami atau gempa bumi. Namun tetap saja kerusakan yang ditimbulkannya menimbulkan kerugian yang sangat besar. Kerugian yang ditimbulkannya mencapai hampir setengah triliun hanya dalam setahun. Bencana model ini terjadi hampir setiap tahun. Bahkan berulang dalam setahun di lokasi yang sama.

Sebenarnya hujan bukan sesuatu yang harus ditakuti. Ini adalah berkah. Namun karena kerusakan hutan yang semakin masif di hulu, kawasan-kawasan yang lebih rendah berubah menjadi “kolam penampung”. Kerusakan hutan ini akibat kesalahan pengelolaan hutan karena pejabat dan pengusaha berkolusi dan minimnya penegakan hukum terhadap para perambah hutan.

Dengan tingkat kerusakan yang tinggi, banjir seharusnya tidak dipandang sebagai peristiwa sekali lewat. Banjir yang berulang harusnya mengisi bank data bencana untuk dipelajari dan diambil langkah antisipasinya. Kita jangan bebal. Pengalokasian dana kebencanaan harusnya berjalan seiring dengan anggaran untuk memperbaiki kerusakan hutan dan penegakan hukum terhadap perusak hutan.

Masyarakat siaga bencana bukan berarti masyarakat dibiasakan hidup di tengah ancaman bencana. Banjir adalah bencana yang bisa diprediksi. Dan sejauh ini, penyebabnya juga telah diketahui. Jadi, perlu upaya optimal dari Pemerintah Aceh dan pemerintah daerah untuk meminimalisir peristiwa-peristiwa itu. Karena siapapun tak akan kebal terhadap bencana.

Komentar

Loading...