Unduh Aplikasi

Kasus Salah Suntik, LBH Minta Polisi Tidak Berhenti Pada Honorer

Kasus Salah Suntik, LBH Minta Polisi Tidak Berhenti Pada Honorer
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh menilai pengungkapan kasus dugaan salah suntik terhadap Alfa Reza (11), bocah asal Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat hingga meninggal dunia belum tuntas. Pasalnya kepolisian baru menetapkan dua perawat honorer Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSUCND) Meulaboh sebagai tersangka.

Baca: Tetapkan Honorer sebagai Tersangka, Polisi Dinilai Tebang Pilih

Koordinator LBH Banda Aceh Pos Meulaboh, Fela Anggraini mengatakan kasus tersebut baru dapat dikatakan tuntas bila pihak kepolisian mampu mengungkap orang yang mengarahkan atau memerintahkan DA untuk menyuntik Alfareza.

Selain itu Fela menyebutkan, penetapan EW dan DA tersangka dalam kasus tersebut adanya keganjilan, lantaran secara prosedur tidak mungkin dalam satu ruang rawat penanggung jawab dipegang oleh tenaga honorer.

"Ada beberapa fakta yang belum terungkap yaitu siapa sebenarnya yang menyuruh menyuntik dan yang bertanggungjawab terhadap pasien pada malam kejadian. Karena tidak mungkin petugas medis honorer punya tanggungjawab penuh terhadap penanganan pasien yang dirawat di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh."kata Fela Anggraini, kepada AJNN, Selasa, (22/1).

Baca: Kasus Salah Suntik, Dua Tenaga Honorer di RSUD CND Jadi Tersangka

Seharusnya kata dia, yang lebih bertanggungjawab pada saat itu adalah petugas medis lainnya seperti Dokter, Kepala Ruang Anak dan pihak manajemen Rumah Sakit. Menurutnya, secara manajemen, dua tenanga honorer tersebut hanyalah pegawai yang diperbantukan dalam pelayanan rumah sakit itu, bukan penanggung jawab utama.

Pihak manajemen Rumah Sakit, kata dia, harus bertanggung jawab secara hukum terhadap semua kerugian yang ditimbulkan atas kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 46 Undang-UndangNomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

"Kejadian ini terjadi merupakan bentuk kelalaian dari pihak Rumah Sakit yang bertanggungjawab dalam hal melakukan pengawasan terhadap pelayanan medis kepada pasien," ucapnya.

Baca: Bocah 13 Tahun Diduga Meninggal Usai Disuntik di RSUDCND Meulaboh

Atas dasar tersebut, kata Fela, pihaknya mendesak pihak kepolisian agar terus melakukan pengembangan penyidikan untuk mengusut secara tuntas siapa saja pihak yang juga seharusnya ikut bertanggungjawab atas kasus yang menimpa Alfa Reza (11), tidak hanya berhenti pada dua tersangka yang sudah ada.

Dikatakannya, perkara tersebut merupakan pidana murni (delik biasa) bukan delik aduan, sehingga walaupun adanya perdamaian diantara kedua belah pihak, tidak dapat menghentikan proses hukum.

"Kami sebelumnya mengapresiasi pihak kepolisian dalam pengungkapan kasus ini, tapi kami juga mendesak polisi agar tidak hanya berhenti pada dua honorer ini saja," ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat , juga diminta untuk tetap melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien agar ke depan tidak terjadi lagi peristiwa ini.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...