Unduh Aplikasi

Kasus Salah Suntik, Dua Tenaga Honorer di RSUD CND Jadi Tersangka

Kasus Salah Suntik, Dua Tenaga Honorer di RSUD CND Jadi Tersangka
RSUDCND. Foto: Ist

ACEH BARAT - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat menetapkan dua tenaga honorer sebagai tersangka atas kasus dugaan salah suntik yang terjadi terhadap Alfa Reza (11), bocah asal Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat hingga meninggal dunia.

Peristiwa itu terjadi di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU CND) Meulaboh, Jumat, 19 Oktober 2018 lalu pasca menjalani operasi dibagian pinggulnya dan dirawat di ruang anak.

Adapun dua tersangka atas kasus salah suntik tersebut yakni EW (39), dan DA (23). Kedua tersangka merupakan perawat dan masih tercatat sebagai tenaga honorer

Kepala Polres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa, SIK mengatakan penetapan tersangka terhadap kedua perawat tersebut, atas dugaan kelalaian sehingga menyebabkan Alfareza meninggal dunia.

"Keduanya merupakan perawat jaga saat peristiwa meninggalnya Alfareza, dimana peristiwa itu terjadi atas dugaan kelalaian perawat jaga saat memberikan obat pada pasien hingga pasien meninggal dunia usai disuntik," kata Kapolres, Kamis (17/1).

Baca: Bocah 13 Tahun Diduga Meninggal Usai Disuntik di RSUDCND Meulaboh

Dalam kasus itu, kata dia, pihaknya menyita barang bukti berupa tiga alat suntik yang digunakan untuk menyuntik Alfareza, satu botol atracurium besylate. Sebelum menetapkan kedua tersangka, penyidik juga telah memeriksa beberapa saksi, termasuk saksi ahli.

"Saat ini kami sedang dalam tahap melengkapi berkas perkara, sebelum kami serahkan ke Kejaksaan sebagai proses selanjutnya," ujarnya

Atas peristiwa itu, kedua tersangka dijerat pasal 84 ayat 2 Undang-undang nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara serta Pasal 359 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sabang Marine 2019

Komentar

Loading...