Unduh Aplikasi

Kasus Salah Suntik di Aceh Barat, Elemen Sipil: Ada Fakta Yang Ditutupi

Kasus Salah Suntik di Aceh Barat, Elemen Sipil: Ada Fakta Yang Ditutupi
Konferensi pers aliansi elemen sipil di Aceh Barat

ACEH BARAT - Aliansi Masyarakat Sipil Aceh Barat mendesak Kepolisian Resor (Polres) setempat mengusut tuntas kasus dugaan salah suntik di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSUCND) Meulaboh yang meninpa Alfareza, (11) warga Desa Pente Ceureumen, Kecamatan Pante Ceurmen, Kabupaten Aceh Barat, serta Asrul Amilin, (15) warga Desa Pasiee Teube, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya.

Sebagaimana diketahui kedua bocah tersebut meninggal dunia dalam waktu yang bersamaan atau selang belasan menit, yang terjadi di ruang anak saat keduanya sedang mendapatkan perawatan medis di RSUCND Meulaboh Sabtu, 20 Oktober 2018 lalu.

Dalam kasus ini, elemen masyarakat sipil Aceh Barat mendesak kepolisian menjelaskan sedetail-detailnya ke publik atas penetapan kedua tersangka yang merupakan tenaga medis yang berstatus honorer.

Baca: Kasus Salah Suntik, LBH Minta Polisi Tidak Berhenti Pada Honorer

Juru bicara Aliansi Elemen Sipil Aceh Barat, Edy Syahputa, mengatakan dalam kasus tersebut adanya dugaan malpraktik, sehingga kedua bocah tersebut meninggal dunia usai mendapatkan serum suntik dan berkas kedua tersangka yakni EW (29) dan DA (23) telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh.

Namun pihaknya menilai dalam penanganan kasus tersebut ada fakta yang sengaja ditutup-tutupi.

Baca: Tetapkan Honorer sebagai Tersangka, Polisi Dinilai Tebang Pilih

"Penetapan kedua tenaga medis berstatus honorer ini kami menilai telah mencederai keadilan bagi keduanya, dan kemudian membungkam kebenaran yang menurut dugaan kami adanya fakta lain yang tidak terbuka ke publik," ungkap Koordinator GeRAK Aceh Barat ini didampingi ketua Yayayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat, Hamdani, pemerhati kebijakan publik dan Pelayanan Publik, Afrizal Abdul Rasyid, serta mantan aktivis Lembaga Bantuan Hukum Pos Meulaboh, Sapuriadi, Selasa, (23/7).

Aliansi Masyakat Sipil Aceh Barat itu juga mendesak lahirnya tim independen seperti tim pencari fakta yang beranggotakan unsur kepolisian, Dinas Kesehatan, Manajemen RSUCND Meulaboh, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat untuk menuntaskan kasus itu.

Kepada Bupati Aceh Barat, Ramli MS, juga didesak untuk memberhentikan jabatan atau memberikan sanksi lainnya kepada pihak-pihak yang dinilai memiliki andil atas kasus dugaan salah suntik tersebut.

"Kepada Ombudsman RI Perwakilan Aceh kami minta untuk dilakukan pengusutan terhadap meninggalnya dua anak tersebut," ujar Edy.

Aliansi Masyarakat Sipil ini, juga menyampaikan sikap kekecewaannya dalam penyidikan oleh Kepolisian karena hanya menetapkan dua tenaga honorer tersebut.

Harusnya penilaian mereka ada tersangka lain yang lebih bertanggung jawab serta peran secara hukum dalam kasus tersebut.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...