Unduh Aplikasi

Kasus Pencurian Logistik PDAM, Polisi Periksa Empat Saksi

Kasus Pencurian Logistik PDAM, Polisi Periksa Empat Saksi
Polisi memperlihatkan barang bukti dan pelaku pencurian saat konferensi pers di Mapolsek Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE – Kepolisian Sektor (Polsek) Banda Sakti, Polres Lhokseumawe, sudah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi terkait kasus pencurian barang logistik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Pasee kota setempat. Yang melibatkan pelaku itu berinisial R berperan sebagai pencuri dan S selaku penadah.

“Iya, kita sudah periksa empat orang saksi, namun dari pihak Direktur PDAM sendiri belum kita panggil untuk proses pemeriksaan,” kata Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arif Sukmo Wibowo kepada AJNN, Selasa (13/3).

Kapolsek menambahkan, pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut, apalagi dikhawatirkan ada keterlibatan pelaku lain dalam proses pencurian tersebut. sementara berkas perkara kasus tersebut masih dalam proses perampungan.

“Saat ini, sambil melakukan pengembangan sebagai tindak lanjut. Berkas perkaranya juga lagi kita rampungkan, untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe,” ungkapnya.

Dikabarkan sebelumnya, Kepolisian Sektor (Polsek) Banda Sakti Kota Lhokseumawe, menangkap dua pelaku pencurian barang logistik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Pasee kota setempat. Kedua pelaku itu berinisial R berperan sebagai pencuri dan S selaku penadah.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arif Sukmo wibowo mengakatan, pencurian itu sudah berlangsung selama tujuh bulan, berawal dari bulan Mei 2017 hingga Februari 2018. Dalam hal ini PDAM mengalami kerugian mencapai hingga Rp 500 juta.

“Barang logistik yang dicuri berupa, meteran air, stop kran, hand kran dan ada beberapa logistik lainnya total mncapai hingga 2.250 unit,” kata Kapolsek saat konferensi pers di Mapolsek Banda Sakti, Minggu (11/3).

Kapolsek menambahkan, pelaku berinisial R merupakan Satpam bertugas di PDAM Tirta Mon Pasee tersebut. Sementara barang bukti lain yang diamankan dari tangan pelaku, dari hasil penjualan barang curian tersebut berupa, senapan angin PSV, senapan angin kokang, cincin emas, televisi, speaker, satu unit sepeda motor trail dan uang tunai senilai Rp 60 juta.

Komentar

Loading...