Kasus Narkoba dan Pelanggaran Lalu Lintas di Singkil Meningkat

Kasus Narkoba dan Pelanggaran Lalu Lintas di Singkil Meningkat
Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Milyardin menggelar jumpa pers terkait penanganan kasus tindak pidana tahun 2017. Foto: Edi Putra

ACEH SINGKIL - Kasus Penyalagunaan Norkotika dan barang-barang berbahaya (Narkoba) serta pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Kepolisian Resort (Polres) Aceh Singkil tahun 2017 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Milyardin, Senin (4/12) dalam jumpa pers dengan sejumlah wartawan mengatakan hingga November 2017 pihaknya berhasil mengungkap 37 kasus, angka itu naik lima kasus dibanding 2016 yang hanya 32 kasus.

Tak hanya kasusnya yang meningkat, barang bukti (BB) narkoba yang berhasil disita oleh pihak kepolisian juga mengalami peningkatan. Jika tahun 2016 BB sabu yang disita hanya 33, 36 gram dan ganja 6.999,5 gram, tahun 2017 sabu-sabu yang disita mencapai 135,56 gram dan ganja 3.613, 8 gram ditambah temuan ganja sebanyak 61.831 gram.

"Konsekwensi bagi kami dalam menjalankan tugas adalah kami berhasil dalam pengungkapan, tetapi disatu sisi juga ada kegagalan karena kasus meningkat," ujar Kapolres.

Peningkatan penindakan juga terjadi pada pelanggaran lalu lintas di wilayah Aceh Singkil dan Kota Subulussalam. Berdasarkan surat tilang yang dikeluarkan, angka pelanggaran lalu lintas naik lebih 100 persen dari tahun sebelumnya.

"Tahun 2016 pelanggaran lalu lintas berjumlah 970, sedangkan tahun 2017 naik menjadi 2.114 pelanggaran, rata-rata pengendara tidak menggunakan helm," kata Kapolres.

Pun demikian, angka kecelakaan lalu lintas justru mengalami penurunan, dimana pada tahun 2016 terdapat 81 lakalantas, tahun 2017 kecelakaan turun menjadi 67 peristiwa, namun jumlah korbanya mengalami peningkatan.

"Kasus kecelakaan mengalami penurunan, namun korbanya bertambah, tahun 2016 ada 81 kecelakaan, korban meninggal 29 orang, luka berat 30 orang, luka ringan 105 orang dan kerugian materil Rp 392 juta lebih, tahun 2017 ada 67 kasus, meninggal 36 orang, luka berat 42, luka ringan 72, kerugian materi Rp 437 juta lebih," ungkap Kapolres.

Meski kasus penyalagunaan narkoba dan pelanggaran lalu lintas mengalami peningkatan, namun secara keseluruhan tindak pidana kriminal di wilayah hukum Polres Aceh Singkil mengalami penurunan, dimana tahun 2016 jumlah tindak pidana yang ditangani sebanyak 475 kasus, pada tahun 2017 turun menjadi 375 kasus.

"Kami berterima kasih kepada suluruh elemen masyarakat yang sudah membantu tugas kami, kami juga mengimbau agar masyarakat lebih sadar hukum tentang tindak pidana kriminal agar terjaganya keamanan dan ketertiban dilingkungan masyarakat. Pengguna narkoba berhenti sekarang juga, kami akan memindak tegas sesuai atensi presiden," tegas Ian Rizkian.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...