Hasanudin
Unduh Aplikasi

Kasus Iuran PGRI, Jaksa Tahan Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan Aceh Timur

Kasus Iuran PGRI, Jaksa Tahan Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan Aceh Timur
Khaldin saat dibawa keluar Kejari Aceh Timur menuju Lapas Kajhu Banda Aceh

ACEH TIMUR - Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Aceh Timur menahan Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan Aceh Timur, Khalidin terkait dugaan tindak pidana korupsi pada penggunaan iuran PGRI Aceh Timur yang dipotong langsung dari gaji guru PNS daerah Aceh Timur yang bersumber dari APBK Aceh Timur tahun 2015, 2016 dan 2017.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur Abun Hasbulloh Syambas melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Helmi A. Azis mengatakan Khalidin ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur Nomor: Print 659/N.1.21/Fd.1/05/2018 tanggal 14 Mei 2018.

Baca: Kasus Iuran PGRI, Kadisdik Aceh Timur Diperiksa Jaksa

"Yang bersangkutan ditahan di Rumah Tahanan Klas II B Banda Aceh di Kajhu untuk 20 hari ke depan dan dapat diperpanjang selama 40 hari," kata Helmi A. Azis kepada AJNN, Selasa (15/5)

Ia menambahkan, sesuai dengan jadwal penyidikan pada Senin tanggal 14 Mei 2018, Khalidin diperiksa sebagai tersangka dari pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul14.30 WIB yang didampingi oleh Pengacara Hendri Saputra.

Selesai pemeriksaan, tim Jaksa Penyidik yang dipimpin oleh Helmi A. Azis, S.H., M.H. kemudian membawa Khalidin dari kantor Kejaksaan Negeri Aceh Timur menuju Banda Aceh. Setibanya di Banda Aceh sekitar pukul 23.45 WIB, Khalidinlangsung ditahan sebagai tahanan titipan Jaksa Penyidik di Rutan Klas II.B Banda Aceh di Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar.

"Khalidin dilakukan panahanan dengan alasan adanya kekhawatiran mengulangi tindak pidana, apalagi penyidik telah menemukan adanya indikasi yang bersangkutan terlibat dalam tindak pidana korupsi lainnya, diantaranya adalah penggelapan dana jasa Guree yang telah dilakukan penyidikan berdasarkan laporan masyarakat," tambahnya.

Sebagaimana diketahui Kasubag Keuangan di Dinas Pendidikan Aceh Timur tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 8 Maret 2018, sedangkan penyidikan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur Nomor: Print-223/N.1.21/Fd.1/02/2018 tanggal 06 Februari 2018.

Adi Maros

Komentar

Loading...