Unduh Aplikasi

Kasus Dugaan Penggelapan Dana Sertifikasi Guru di Aceh Timur Sudah Tahap Penyidikan

Kasus Dugaan Penggelapan Dana Sertifikasi Guru di Aceh Timur Sudah Tahap Penyidikan
Kantor Kejaksaan Aceh Timur. Foto: Mahyudin

ACEH TIMUR - Kejaksaan Negeri Aceh Timur hingga kini terus mengumpulkan sejumlah bukti dan pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus dugaan penggelapan dana Sertifikasi atau Tunjangan Profesi Guru PNS Daerah yang mengajar ditingkat TK, SD dan SMP. Sejumlah saksi dari dinas pendidikan setempat juga dipanggil. Bahkan kasus tersebut sudah ditingkatkan menjadi tahap penyidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur M. Ali Akbar, melalui Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Aceh Timur Khairul Hisam mengatakan peningkatan status terkait kasus tersebut sudah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu.

"Saat ini pemeriksaan saksi sudah ditahap penyidikan, dan kalau nantinya sudah cukup barang bukti dan ditemukan kerugian negara, maka akan segera ditetapkan tersangkanya," kata Khairul Hisan kepada AJNN, Selasa (13/2).

Dari data yang diperoleh AJNN, dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) PNS daerah Aceh Timur semester ll Triwulan lV tahun 2017, dalam APBK Aceh Timur sebesar Rp 16,8 miliar. Dana tersebut telah ditaraik dalam beberapa tahap.

Pada akhir Desember 2017, dinas pendidikan telah melakukan pembayaran untuk guru TK seluruh Aceh Timur sebanyak 45 orang, dengan jumlah dana TPG Rp 389 juta rupiah, dan guru SD sebanyak 809 orang dengan jumlah dana sebesar Rp 8,6 miliar, serta pembayaran guru SMP sebanyak 220 orang dengan jumlah dana lebih kurang Rp 2,3 miliar rupiah. Dengan jumlah total keseluruhan Rp 11.4 miliar.

Baca: Dugaan Penggelapan Dana TPG, Jaksa Periksa Sejumlah Pegawai Dikjar Aceh Timur

Dari total pembayaran yang telah dilakukan, masih terdapat dana sertifikasi lebih kurang Rp 5,4 miliar, yang diduga belum tersalurkan kepada para guru penerima manfaat tunjangan tersebut.

"Pembayaran tidak dilakukan untuk seluruh guru penerima sertifikasi, karena sisa uang Triwulan IV pada tahun 2017 ditarik tunai dan penggunaannya di luar kepentingan dinas yang belum diketahui, akibatnya banyak guru tidak memperoleh pembayaran tunjangan triwulan IV pada tahun 2017," katanya.

Ia juga mengungkapkan sejumlah saksi yang dipanggil, Senin (12/2) kemarin, tidak hadir. Adapun saksi tersebut yakni SY, HS, ZR, ketiganya merupakan pengelola TPG, serta FR sebagai bendahara gaji, dan satu orang lainnya merupakan dari pihak bank.

"Tidak ada yang hadir, alasan telat menerima surat panggilan dari kami. Kami akan agendakan kembali pada Kamis ini," katanya.

Ucapan Ramadhan - Alja Yusnadi

Komentar

Loading...