Kasus Dugaan Korupsi Bantuan Ternak ke Tahap Penyidikan

Kasus Dugaan Korupsi Bantuan Ternak ke Tahap Penyidikan
ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE- Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Lhokseumawe meningkatkan status penyelidikan kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan ternak senilai Rp 14.505.500.00 miliiar, yang bersumber dari dana Otsus ke tahap penyidikan.

Hal tersebut terungkap dari hasil investigasi Badan Pengawasan Keungan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, kasus bantuan ternak bersumber dari dana APBK Kota Lhokseumawe tahun 2014 tersebut merugikan negara Rp 6 miliar lebih.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, kasus dugaan korupsi pada penyaluran dana bantuan ternak dari Pemerintah Kota Lhokseumawe, bersumber dari dana APBK 2014 yang disalurkan melalui DKPP Kota Lhokseumawe pada tahun 2014 dengan anggaran senilai Rp 14.505.500.000, sebelumnya berstatus penyelidikan akan ditingkatkan menjadi proses penyidikan.

Baca: MATA: Polisi Harus Ungkap Dugaan Korupsi Ternak Senilai Rp 14 Miliar

Proses di tingkatkanya kasus dugaan korupsi ke penyidikan setelah dilakukan gelar perkara di Polda Aceh, Selasa (11/7) lalu, yang langsung dipimpin Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Budi Nasuha Waruwu.

“Setelah melalui serangkaian kegiatan gelara perkara antara lain pemeriksaan saksi, dan penelitian surat-surat serta audit investigasi oleh BPKP Aceh, layak di tingkatkan menjadi penyidikan dan menjadi terget penyelesaian kasus korupsi tersebut di tahun ini,” ujar Budi Nasuha.

Budi Nasuha membenarkan, hasil audit investigasi BPKP Perwakilan Aceh, dalam kasus bantuan ternak tersebut merugikan negara Rp 6 miliar. Dengan jumlah saksi yang sudah diperiksa sebanyak 250 orang.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...