Unduh Aplikasi

KASUS PUNGLI DISDIK ACEH UTARA

Kasi PAUD Ditetapkan Tersangka

Kasi PAUD Ditetapkan Tersangka
Barang bukti OTT Tim Saber Pungli Aceh di Dinas Pendidikan Aceh Utara, Senin 17 September 2018.

BANDA ACEH - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Aceh menetapkan Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini (Kasi PAUD) HEL, sebagai tersangka kasus pengutipan liar dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) di Dinas pendidikan Aceh Utara tahun 2016-2018.

Penetapan HEL dilakukan penyidik setelah memeriksa 33 orang saksi terkait kasus pungutan liar tersebut.

" Menetapkan tersangka yaitu saudara HEL, selaku Kasi PAUD disdik Kabupaten Aceh Utara," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Erwin Zadma kepada AJNN saat ditanya perkembangan penanganan kasus pengutipan liar di Dinas Pendidikan Aceh Utara, Kamis (6/12/2018) malam.

Menurut Erwin, HEL ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Ditkrimsus Polda Aceh memeriksa 33 orang saksi usai operasi tangkap tangan di Dinas Pendidikan Aceh Utara Senin 17 September 2018 lalu. Saksi yang diperiksa diantarannya Kepala Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 12 Kecamatan di Aceh Utara.

" Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah dikirim ke Kejaksaan pada Oktober," kata Erwin.

HEL kata Erwin disangkakan melanggar pasal 12 huruf e Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 21 tentang tindak pidana korupsi.

Selain memeriksa saksi, penyidik juga menyita sejumlah uang yang diduga hasil pengutipan liar dalam kasus tersebut.

"Mengamankan barang bukti uang sejumlah Rp17.500.000," ungkap Erwin.

Seperti diberitakan sebelumnya Ketua Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Provinsi Aceh Kombes Pol Drs Erwin Faisal menyebutkan penyidik telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus pungutan liar (pungli) dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) di Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara.

Baca:Penyidik Tetapkan Satu Tersangka

Komentar

Loading...