Unduh Aplikasi

Karimun Usman: Anggaran Lembaga Wali Nanggroe Perlu Diaudit

Karimun Usman: Anggaran Lembaga Wali Nanggroe Perlu Diaudit
Karimun Usman

BANDA ACEH - Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh , Karimun Usman meminta Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) mengaudit anggaran Lembaga Wali Nanggroe Aceh.

Hal itu disampaikan Karimun Usman menanggapi pernyataan Ketua Mitra Sejati Perempuan Indonesia (MiSPI), Syarifah Rahmatillah dalam diskusi publik dengan tema Quo Vadis Lembaga Wali Nanggroe kemarin, yang menyebutkan anggaran yang dihabiskan Wali Nanggore selama ini cukup fantastis, namun manfaatnya tidak dirasakan masyarakat.

Baca: Syarifah Rahmatillah: Anggaran WN Besar, Tak Sebanding dengan Kinerja

Menurut Karimun, anggaran Lembaga Wali Nanggroe harus diaudit agar tidak meuncul kecurigaan atau tudingan atas penggunaan anggaran di lembaga Wali Nanggroe itu.

"Kita tidak bisa menuding atau mencuriagi begitu saja sebelum adanya data maupun pernyataan dari pihak berwenang, dalam hal ini BPK harus mengaudit agar tidak muncul kecurigaan seperti ini," katanya saat sesi tanya jawab diskusi publik yang diselenggarakan Alsa LC Usyiah bekerja sama dengan LKBH FH Unsyiah itu.

Sebelumnya, Syarifah Rahmatillah menilai anggaran yang dihabiskan Wali Nanggroe Aceh selama ini sangat besar, namun manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat.

Baca: Anggaran Lembaga Wali Nanggroe Aceh Rp 32,6 Miliar

"Setahun saya kerja di sana membuat saya bingung dan ketakutan sendri dan akhirnya pindah ke SKPA lain karena tidak berani terus menerus dalam konteks pengelolaan keuangan dan sebagainya. Jumlah anggaran tidak saya sebutkan, tetapi yang pasti dalam kapasitas saya pribadi saya melihat ini terlalu besar anggaran untuk seorang WN beserta pamtup-pamtupnya dengan pekerjaan yang dilakukan sesuai regulasi," katanya dalam diskusi publik dengan tema Quo Vadis Lembaga Wali Nanggroe yang diselenggarakan Alsa LC Usyiah bekerja sama dengan LKBH FH Unsyiah, Senin (10/12) .

Syarifah menyebutkan Wali Nanggroe Malik Mahmud itu lebih sering berada di luar ketimbang di Aceh, anggaran yang dialokasian untuk Wali Nanggroe sangat fantastis termasuk tunjangan dan fasilitas yang diberikan kepada seorang Wali Nanggroe. Kata Syaridah, anggaran sebanyak itu yang dikucurkan, tetapi yang dikerjakan lebih kepada memasang spanduk-spanduk ucapan hari-hari besar dengan memasang foto Wali Nanggroe.

Komentar

Loading...