Unduh Aplikasi

Kapolres Aceh Barat Bantah Polisi Tidak Usut Tuntas Kasus Salah Suntik

Kapolres Aceh Barat Bantah Polisi Tidak Usut Tuntas Kasus Salah Suntik
Unjuk rasa mahasiswa di Polres Aceh Barat

ACEH BARAT - Kepala Polres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa membantah tudingan mahasiswa yang menyebut polisi tidak tuntas mengusut kasus dugaan salah suntik atas meninggalnya Alfareza, (11) warga Pante Ceureumen, Kecamatan Pante Ceuremen, Kabupaten Aceh Barat dan Asrul Amilin, (15) warga Desa Pasi Teubee, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya

Dikatakan Kapolres, dalam kasus tersebut pihaknya mengusut kedua korban dugaan salah suntik, baik yang menimpa Alfareza maupun Asrul Amilin. Dirinya membantah pernyataan mahasiswa saat unjuk rasa di Mapores setempat yang menyebutkan polisi hanya mengusut kasus Alfareza dan tidak mengusut kasus Asrul Amilin.

"Sebenarnya ikut diusut, namun karena begitu petugas datang ke TKP, Asrul Amilin sudah tidak lagi berada di rumah sakit, dan untuk barang bukti saat itu juga tidak ditemukan lagi. Jadi kasus ini pada malam itu mereka kan satu regu piket, jadi yang korban di Aceh Jaya ini sama yang Aceh Barat mereka satu regu yang sama," kata Bobby, Rabu (24/7).

Baca: Mahasiswa Demo Polres Aceh Barat Desak Kasus Salah Suntik Diusut Tuntas

Bobby menjelaskan ada atau tidaknya tersangka baru dalam kasus tersebut sesuai dengan fakta yang akan disampaikan di pengadilan nantinya. Dengan adanya fakta baru tersebut, pihaknya akan melakukan pengembangan serta melakukan pengusutan atas kasus tersebut.

"Sebenarnya kita sudah mengajak mereka (mahasiswa) tadi untuk berdiskusi jadi ya tidak bisa kami jelaskan. Padahal kami pingin jelaskan ke mereka bagaimana proses pengusutan kasus ini," ucap Kapolres. 

Lantaran para mahasiswa yang melakukan aksi menolak menjumpainya, sehingga terjadi gagal faham atas kasus yang menjerat EW, (29) dan DA,(23) sebagai tersangka.

Ralat: Naskah berita ini sudah diubah pada 26 Juli 2019. Terjadi kesalahan redaksi, dimana dalam bahasa kutipan sebelumnya tertulis satu paket, harusnya satu regu piket. Sehingga terjadi kesalahan pada redaksi bahasa yang menyimpulkan pengusutan terhadap dua korban, harusnya hanya satu kasus yang mencukupi unsur karena cukup barang buktinya dan sudah dilimpahkan tahap dua ke Kejaksaan Negeri Aceh Barat. Atas kesalahan itu, Redaksi memohon maaf.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...