Unduh Aplikasi

KAHMI: Kapolda Aceh Sebaiknya Tidak Pernah Bertugas di Aceh

KAHMI: Kapolda Aceh Sebaiknya Tidak Pernah Bertugas di Aceh
ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Banda Aceh, meminta dan berharap kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, untuk menempatkan sosok Kapolda Aceh dari figur jenderal polisi yang memiliki integritas tinggi serta tidak pernah bertugas di Aceh.

Ketua KAHMI Banda Aceh, H. Muhammad Saleh mengatakan, saran itu disampaikan, jika ada mutasi dan rotasi sejumlah Kapolda di Indonesia, termasuk Aceh. Begitupun, jika ada pertimbangan lain dari Kapolri, KAHMI Banda Aceh mengusulkan agar tetap dipertahankan Irjen Pol. Rio S. Djambak hingga berakhirnya Pileg dan Pilres 2019. Tujuannya, agar pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan ini di Aceh, benar-benar dapat berjalan kondusif, jujur dan adil (Jurdil).

Mengenai alasan ditempatkan sosok jenderal bintang dua yang tidak pernah bertugas di Aceh kata Saleh, ini dimaksudkan agar tidak adanya konflik kepentingan terhadap berbagai proses penegakkan hukum di Aceh.

“Jika figur yang pernah bertugas di Aceh, tentu sudah memiliki relasi, sehingga diragukan mampu menjaga keseimbangan dan terhindar dari konflik kepentingan,” kata Ketua KAHMI Banda Aceh, H. Muhammad Saleh, didampinggi anggota Presidium MD Kahmi Banda Aceh, Deny Ardiansyah, Jumat (30/11) di Banda Aceh.

Pendapat dan saran itu disampaikan Muhammad Saleh, terkait adanya kabar tentang kebijakan mutasi dan rotasi sejumlah Kapolda di Indonesia menjelang Pileg dan Pilres 2019 mendatang.

“Itu sebabnya, jika kebijakan mutasi dan rotasi itu benar-benar dilaksanakan Kapolri dalam waktu dekat, maka kita berharap agar Kapolda Aceh saat ini, Irjen Pol. Rio S.Djambak dapat dipromosikan pada jenjang dan karir yang lebih tinggi,” saran Saleh, begitu dia akrab disapa.

Menurut Saleh, selama ini kepemimpinan Irjen Rio S. Djambak dalam memimpin Mapolda Aceh sudah cukup baik. Ini ditandai dengan respon cepat dari berbagai peristiwa dan kejadian di Aceh.

“Termasuk saat Lapas Kelas I A bobol, Kamis malam (29/11). Pak Rio langsung turun ke lokasi. Ini membuktikan bahwa beliau adalah sosok Jenderal Polisi yang peduli serta bertanggungjawab,” ujar Saleh.

KAHMI Banda Aceh mengakui dan menyadari, mutasi dan rotasi Kapolda merupakan hak proregatif Kapolri. Namun, sebagai elemen rakyat Aceh, pihaknya hanya berinisiatif untuk memberi saran dan pendapat. Selain itu, sesuai UUPA No: 11/2006 menyebutkan, penempatan seorang Kapolda dan Kajati di Aceh, harus dikonsultasikan kepada Gubernur Aceh.

“Tentu akan banyak kepentingan yang melekat dan menyertainya. Karena itu, kami berinisiatif untuk memberikan saran dan pendapat. Semua itu, untuk dan demi menjaga citra Polri di mata rakyat Aceh,” ucap Saleh.

Komentar

Loading...