Unduh Aplikasi

Jubir Pemerintah Aceh Usulkan Biaya Operasional Rp 1 Juta Per Hari

Jubir Pemerintah Aceh Usulkan Biaya Operasional Rp 1 Juta Per Hari
Jubir Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani dan Wiramadinata. Foto: Ist

BANDA ACEH - Juru Bicara Pemerintah Aceh mengirimkan surat pengajuan kebutuhan atau fasilitas operasional dinas kepada Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Berdasarkan surat bernomor istimewa itu, kedua juru bicara Pemerintah Aceh itu yakni Wiratmadinata dan Saifullah A. Gani, mengajukan biaya komunikasi dengan stakeholder sebesar Rp 720 juta, untuk dua orang dalam satu tahun atau Rp 1 juta per harinya masing-masing Jubir.

Dalam keterangan yang terlampir pada surat itu, biaya komunikasi yang dimaksud adalah untuk pertemuan membangun saling pengertian bersama stakeholder diantaranya dengan Pers, LSM, mahasiswa, dan anggota dewan.

Surat tersebut diteken langsung oleh kedua juru bicara Pemerintah Aceh, tertanggal 22 Junuari 2018.

Biaya operasional yang diusulkan oleh Jubir Pemerintah Aceh. Foto: Ist

Wiratmadinata ketika dikonfirmasi AJNN mengaku itu baru sebatas usulan saja. Pasalnya pasca diangkat sebagai Jubir Pemerintah Aceh, mereka diminta untuk segera mengajukan kebutuhan terkait kerja dinas.

"Iya itu untuk konsumsi komunikasi dan segala macam, karena begitu kami diangkat, kami disuruh mengajukan itu," kata Wiratmadinata saat dikonfirmasi terkait surat tersebut, Kamis (8/2).

Wiratmadinata menyampaikan, pengajukan Rp 1 juta per hari tersebut sudah termasuk biaya kebutuhan komunikasi, konsumsi, dan lain sebagainya. Apalagi dalam kerja di lapangan tidak semua pertemuan akan dilakukan di kantor, tetapi juga ada dilakukan pada warung kopi serta tempat lainnya.

"Rp 1 juta untuk kebutuhan komunikasi, makan, dan lainnya. Ini juga bentuk memperlancar komunikasi, apalagi kami bekerja di luar, bertemu orang juga ada warung," ujarnya.

Selain itu, ia mengungkapkan usulan tersebut juga belum tentu diterima dan dapat direalisasikan, karena pihak pemerintah yang menangani persoalan ini harus menyesuaikan lagi dengan aturan serta regulasi yang ada.

"Barang kali juga itu tidak bisa nantinya, belum tentu pas, dan di biro kan ada aturannya," ungkap Wiratmadinata.

Radio Baiturrahman

Komentar

Loading...