Unduh Aplikasi

Jokowi Klarifikasi Semua Isu Negatif tentangnya, dari PKI hingga Anti Ulama

Jokowi Klarifikasi Semua Isu Negatif tentangnya, dari PKI hingga Anti Ulama
Kampanye tatap muka Joko Widodo di Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE –Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengklarifikasikan terkait pemberitaan negatif yang kerap ditujukannya, saat kampanye tatap muka di Lido Graha Hotel, Lhokseumawe, Selasa (26/3).

“Empat tahun setengah berbagai isu fitnah, menghina, menjelekkan bahkan menghujat saya. Namun saya hanya diam saja, dan berpikir positif, sering kali ketika saya membuka media sosial saya kerap mengatakan, sabarkan saya ya Allah, sabarkan saya,” kata Joko Widodo di hadapan sejumlah massa.

Sambung Jokowi, hampir sembilan juta lebih masyarakat percaya akan isu negatif yang beredar tersebut, mulai dari dirinya disebut sebagai Partai Komunis Islam (PKI) hingga menyebutkan dirinya anti Islam dan juga anti ulama.

“Saya sudah tidak bisa diam lagi, kalau saya terus diam maka masyarakat akan percaya penuh dengan isu-isu tersebut. Ada foto saya yang dikaitkan dengan pidato PKI dan disandingkan dengan Ketua PKI, jelas-jelas foto itu pada tahun 1955, saat itu saya belum lahir,” ungkap Jokowi.

Dikatakan Jokowi, dirinya juga kerap dituding anti ulama, padahal ayah, ibu dan saudaranya semuanya beragama Islam.

“Negara kita negara Islam, jadi kita harus memiliki agama dan tatakrama yang kuat dan baik,” cetus Jokowi.

Selain itu, Joko Widodo juga membahas masalah Kartu Indonesia Pintar (KIP), untuk ke depan pihaknya juga akan mengeluarkan KIP Kuliah untuk masyarakat yang kurang mampu, supaya anak-anak mereka bisa kuliah layaknya anak sebayanya lain.

“Selain itu kita rancang kartu pra kerja, jadi yang lulus SMA/SMK dan Universitas dengan kartu tersebut akan diberikan pelatihan baik dari Kementrian, BUMN, dan Swasta, setelah pelatihan itu mereka bisa langsung bekerja,” ungkapnya.

Lanjutnya, selain itu juga akan ada kartu sembako murah, yang nantinya jika masyarakat memegang kartu sembako tersebut akan diberikan diskon yang besar.

“Kenapa dibuat yang demikian, karena tidak mudah kita buat keseimbangan harga, kita turunkan harga marah petani dan pedagang, kalau harga mahal akan marah ibu-ibu, maka karena itu kita buat kartu sembako ini,” imbuhnya.

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
DPRA - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...