Unduh Aplikasi

Johansyah Ditangkap Usai Pulang Dugem Bersama Dua Perempuan

Johansyah Ditangkap Usai Pulang Dugem Bersama Dua Perempuan
Senjata api yang diamankan dari tangan Johansyah. Foto: Ist

ACEH UTARA - Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Utara menembak mati Johansyah (31) di rumahnya Desa Blang Bitra, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (15/9).

Pria yang diduga bandar narkoba jenis sabu-sabu merupakan daftar pencarian Polres Aceh Utara itu ditangkap di tempat persembunyiannya di Medan Denai, Sumatera Utara, Jumat (14/8) malam.

Ternyata saat ditangkap, Johansyah bersama dua orang perempuan yang baru pulang dari tempat hiburan (diskotik). Johansyah yang telah lama menjadi buronan polisi itu ditangkap di salah satu mini market kawasan Medan Denai, Sumatera Utara, Jumat (14/9).

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh, Kompol Suwalto, mengatakan usai ditangkap, pelaku bersama dua orang teman perempuannya itu langsung digiring ke Polsek Percut Sei Tuan, namun setelah dilakukan pemeriksaan, kedua perempuan tersebut dilepas.

“Dalam keterangannya, kedua wanita itu mengaku baru pulang dugem atas ajakan Johan. Setelah keduanya dimintai dengan berstatus sebagai saksi, selanjutnya keduanya diizinkan pulang,” ujarnya.

Nantinya, kata Suwalto, jika kita perlukan lagi, maka kadua perempuan yang mengaku baru mengenal Johansyah itu akan dipanggil lagi untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, Kapolres Aceh Utara, Ian Rizkiyan Miliardin melalui Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezky Kholiddiansyah, mengatakan tersangka tewas dalam perawatan petugas di Puskesmas Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Johansyah diduga terlibat dalam serangkain kasus narkoba, dan penyerangan dengan melakukan penembakan terhadap petugas polisi saat digerebek disebuah tempat serta penambakan di Desa Geumata, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Baca: DPO Bandar Narkoba di Aceh Utara Tewas Ditembak

“Johansyah kriminal bersenjata, dari tangannya berhasil kami sita satu unit mobil Honda Jazz dengan nomor polisi BL 1578 QZ, satu senjata api jenis AK 56, 12 amunisi, satu magasin, satu dompet, satu pisau dapur dan KTP milik Johansyah,” kata Rezky.

Kejadian penembakan terhadap pelaku bermula ketika aparat kepolisian menangkapnya di Medan. Usai ditangkap, polisi mengintrogasi tersangka tentang keberadaan senjata api laras panjang AK 56 yang pernah digunakannya untuk menembak rumah Ahmad Budiman, di Medan. Dari keterangan pelaku, senjata itu digunakan oleh pelaku lain untuk pemberondongan rumah Ahmad Budiman.

"Pelaku mengaku senjata disimpan di rumah ibunya di Peureulak, Aceh Timur, hingga polisi membawanya ke Peureulak. Setiba di Peureulak senjata itu ditemukan di bawah tumpukan padi,” ujar Rezky.

Setelah ditemukan senjata AK 56, pelaku mengaku memiliki senjata lain berupa sepucuk pistol jenis FN yang disimpan di rumah tersangka.

“Saat kami bawa ke rumah tersangka, pelaku berusaha kabur lewat jendela. Malah saat itu satu tangannya sudah terlepas dari borgol plastik. Sehingga polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan namun tidak diindahkan dan akhirnya tersangka terpaksa dilumpuhkan sehingga terkena bagian pinggang,” ungkapnya.

Tak lama setelah kejadian, polisi lalu membawanya ke Puskesmas Lhoksukon, Aceh Utara, seterusnya diotopsi di Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Aceh Utara.

“Jenazah akan kami serahkan kepada keluarganya,” ujarnya.

Komentar

Loading...