Unduh Aplikasi

Jerat Boraks Jajanan Memikat

Jerat Boraks Jajanan Memikat
ilustrasi: tamanplaza.id

PRODUK makanan mengandung zat berbahaya kembali ditemukan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Aceh. Saat menguji sampel jajanan berbuka puasa dan beberapa jenis makanan yang dijual pedagang di Calang, Aceh Jaya, kemarin, mereka menemukan dua jenis kerupuk tempe mengandung boraks.

Meski harus menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium, temuan ini hendaknya menjadi pelajaran di kalangan pedagang dan pembeli untuk lebih berhati-hati sebelum bertransaksi. Karena siapapun yang terbukti menjual makanan yang mengandung zat berbahaya akan berhadapan dengan hukum karena tindakan ini masuk ke ranah pidana.

Hasrat besar masyarakat untuk membelanjakan uang membeli panganan di bulan Ramadan memang membawa berkah. Tak hanya pedagang reguler yang biasa berbisnis makanan, Ramadan juga membuka keran munculnya pedagang musiman. Ceruk bisnis yang besar ini dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan.

Ditambah lagi dengan sikap konsumen yang “lapar mata”. Segala jenis makanan dan minuman yang dijual di jalanan saat berpuasa terlihat menggiurkan. Bahkan saat makanan dan minuman itu disajikan dengan warna-warna cerah. Sepanjang menarik mata, tak peduli urusan kebersihan dan kesehatan, makanan dan minuman itu akan dibeli.

Besarnya permintaan sering kali membuat pedagang menyediakan makanan secara berlebihan. Alhasil, banyak jajanan tak laku saat beduk magrib berbunyi. Banyak makanan tak laku dan terbuang. Ini jelas merugikan.

Masalahnya, tak semua pedagang berlaku jujur. Makanan yang seharusnya dibuang sering kali di-upgrade. Ada pula yang pedagang yang menggunakan bahan-bahan berbahaya seperti boraks atau formalin untuk menambah umur makanan. Tak peduli apakah itu membahayakan atau tidak. Bagi pedagang nakal, yang penting adalah keuntungan.

Karena itu, langkah Balai POM memeriksa secara acak jajanan yang disajikan oleh pedagang penting. Ini untuk mengadang tindakan tidak terpuji dan membahayakan masyarakat. Semakin sering memeriksa, akan semakin sempit gerak para pedagang curang. Dan akan semakin terjamin kesehatan konsumen yang sering kali digadaikan.

Kita juga berharap agar para pedagang yang terbukti curang dihukum maksimal. Termasuk produsen bahan pangan dan pengelola super market yang menjajakan makanan kadaluarsa. Adalah tugas negara untuk melindungi nyawa masyarakat, terutama dari para pedagang curang.

Komentar

Loading...