Unduh Aplikasi

Jelang Meugang, Wabup Nagan Raya Minta Keuchik Jual Daging Murah di Gampong

Jelang Meugang, Wabup Nagan Raya Minta Keuchik Jual Daging Murah di Gampong
Wabup Nagan Raya, Chalidin. Foto: Ist

ACEH BARAT - Wakil Bupati Nagan Raya, Chalidin Oesman mengimbau kepada keuchik (Kepala Desa) untuk menyediakan daging dengan harga murah pada saat meugang atau punggahan jelang bulan suci Ramadan 1439 Hijriah.

Imbauan tersebut disampaikan Chalidin melalui akun Facebooknya, yang diunggah pada 9 Mei 2018. Imbauan itu mendapatkan komentar-komentar beragam dengan penuh pujian bagi Wabup Nagan Raya itu. Serta disukai oleh 302 facebookers serta 33 kali dibagikan.

Dalam imbauan itu, Chalidin mengatakan perlunya setiap gampong (Desa) menyediakan daging dengan harga murah untuk menekan harga yang diperkirakan akan melambung dipasaran pada saat hari meugang yang akan jatuh pada tanggal 16 Mei mendatang.

“Untuk menekan kemungkinan melmabungnya harga daging pada hari meugang tahun ini, saya dengan segala kerendahan hati meminta kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Nagan Raya untuk memotong kerbau, atau sapi di desa masing-masing dan dagingnya dijual kepada warga dengan harga di bawah harga pasar,” tulis Chalidin seperti yang dikutip AJNN, Jumat (11/5).

Adanya permintaan tersebut kepada para keuchik, kata Chalidin, mengingat hingga saat ini pemerintah kabupaten belum memiliki anggaran untuk penyediaan daging murah guna melakukan operasi pasar.

Selain untuk menekan harga jual di pasaran yang diperkirakan harganya di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, juga untuk membantu masyarakat agar tidak lagi bersusah payah ke pasar daging atau rumah potong apalagi yang jarak tempuhnya hingga puluhan kilo meter.

Dengan demikian, kata dia, maka angka kecelakaan lalulintas di Nagan Raya juga dapat ditekan karena kesibukan arus lalulintas di jalan raya sudah berkurang. Mengingat saat megang, biasanya masyarakat disibukkan untuk ke pasar mencari daging meugang.

“Tetapi ingat saudaraku. Engkau selaku pemimpin di desa, agar dalam menyediakan daging murah bagi warganya ‘jangan cari untung’, karena ini merupakan amal ibadah bagi pemimpin yang ingin berbuat kebajikan bagi kemaslahatan umat,anggap saja ini sebagai amal kita selaku pemimpin dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” tulisnya lagi.

Sedangkan untuk penyediaan hewan ternak yang akan dipotong dan dijual dengan harga murah, Chalidin berharap pemerintah gampong setempat membuat terobosan seperti melakukan patungan dengan perangkat desa, dan uang hasil patungan tersebut nantinya dikembalikan bagi penyumbang setelah daging habis terjual.

Berikut postingan lengkap Wabup Nagan Raya:

Saudara-saudaraku para kepala desa Se-kabupaten nagan raya. Engkau adalah pemimpin,sebentar lagi kita menghadapi hari megang dalam menyambut bulan suci ramadhan.
Sebagai pemimpin bisakah engkau membuat terobosan untuk mengadakan daging murah di desa masing-masing?
Untuk menekan kemungkinan melabungnya harga daging pada hari meugang tahun ini, saya dengan segala kerendahan hati meminta kepada seluruh Kepala Desa di kabupaten nagan raya untuk memotong kerbau, atau sapi di desa masing-masing dan dagingnya di jual kepada warga dengan harga di bawah harga pasar.karena sampai saat ini Pemerintah belum tersedia dana atau program untuk daging gratis kepada masyarakat..
Penyediaan daging murah di desa bertujuan untuk memberi solusi kepada masyarakat selain untuk mengantisipasi kemungkinan harga penjualan daging akan melabung tinggi diatas Harga Enceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, sekaligus untuk memudahkan masyarakat dalam membeli daging di hari meugang.
“Dengan adanya penjualan daging di desa, warga tidak perlu repot-repot ke pasar hewan atau tempa-tempat penjualan daging yang jaraknya mencapai puluhan kilometer mengingat angka kecelakaan pada hari sibuk itu sangatlah tinggi apa lagi bila harga jual daging di pasar pun melambung tinggi..
Tetapi ingat saudaraku.. engkau selaku pemimpin di desa, agar dalam menyediakan daging murah bagi warganya ‘jangan cari untung’, karena ini merupakan amal ibadah bagi pemimpin yang ingin berbuat kebajikan bagi kemaslahatan umat,anggap saja ini sebagai amal kita selaku pemimpin dalam menyambut bulan suci Ramadhan,
Mengenai sumber uang untuk pembelian hewan,engkau selaku pemimpin didesa. Tentunya harus memiliki terobosan penggalangan modal misalnya dengan cara patungan untuk modal sementara, setelah daging terjual, uangnya bisa kembali...
Saudaraku Mari kita melayani dengan Setulus hati.....

Ucapan Ramadhan - Alja Yusnadi

Komentar

Loading...