Jaksa Resmi Tahan Bekas Sekda Aceh Jaya

Jaksa Resmi Tahan Bekas Sekda Aceh Jaya
Bekas Sekda Aceh Jaya Buni Amin tersenyum usai diperiksa di Kejati Aceh. Tommy
BANDA ACEH - Kejaksaan Negeri Aceh Jaya resmi menahan bekas Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Jaya, Buni Amin terkait dugaan kasus tindak pidanan korupsi pada proyek pembebasan lahan pembangunan pendopo Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya di gampong Padang Darat Kecamatan Krueng Sabe, pada Oktober 2012 lalu.

Terpidana Buni Amin tiba di Kejati Aceh, Kamis (20/10) sekitar pukul 11.00 WIB, dan langsung menjalani tes kesehatan sebelum di jebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kajhu Aceh Besar.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Jaya Mirtahuddin menyebutkan eksekusi penahanan terpidana tersebut dilakukan setelah turunnya putusan Mahkamah Agung (MA).

"Sebelumnya Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh telah memutuskan terpidana dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp100 juta atau bisa diganti kurungan tambahan enam bulan kurungan," ujarnya.

Atas putusan itu, terpidana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Namun, bandingnya ditolak dan majelis hakim menguatkan putusan
Pengadilan Negeri.

"Kemudian, terpidana mengajukan kasasi dan juga ditolak majelis Mahkamah Agung. Pada putusan tersebut terpidana harus membayar uang penganti sebesar Rp 1,9 milliar," jelasnya.

Kasus korupsi bekas Sekda Aceh Jaya tersebut, kata dia terjadi pada tahun 2010 lalu dimana pembebasan tanah seluas tiga hektare tersebut terpidana menerima pembayaran Rp150 ribu permeternya atau harga diatas nilai jual objek pajak. Dalam pemeriksaan itu, harga tanah untuk pembangunan pendopo Bupati dan Wakil Bupati Aceh jaya yang dibebaskan berkisar Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu per meternya.

"Kasus tersebut juga melibatkan terdakwa lainnya yakni Rajudin selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan sudah menjalani hukuman dua tahun penjara," katanya.
data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...