Unduh Aplikasi

Intel Kodim Gadungan Bawa Kabur Emas Warga di Lhokseumawe

Intel Kodim Gadungan Bawa Kabur Emas Warga di Lhokseumawe
Polisi memperlihatkan pelaku dan barang bukti TNI gadungan di Mapolsek Banda Sakti, Selasa (11/9). Foto: Sarina 

LHOKSEUMAWE - Polisi Sektor (Polsek) Banda Sakti Polres Lhokseumawe menangkap TNI gadungan berpangkat Praka berinisial YU (33), terlibat kasus penipuan mengaku sebagai Intel Kodim 0103 Aceh Utara dan membawa kabur emas milik warga. Tiga warga yang menjadi korban itu yakni, Muslem Usman (56), Marlina (36), dan Wandi (38) ketiga warga Aceh Utara.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arif Sukmo Wibowo mengatakan tersangka mengaku sebagai TNI Inte Kodim 0103 Aceh Utara. Modus yang dilakukan yakni, seakan-akan sedang menindak lanjuti perintah atasan untuk mencari sebidang tanah dan daun rumbia.

“Kemudian tersangka meminta korban datang langsung ke Makodim menjumpai komandannya untuk mengambil uang muka,” katanya saat jumpa pers di Mapolsek banda Sakti, Selasa (11/9).

Sesampainya di Makodim, tersangka menipu dan menggelabui korban tidak boleh masuk menggunakan perhiasan, dan kemudian korban harus menyerahkan semua perhiasan kepada tersangka.

Selang waktu kemudian, korban beralasan melaporkan ke komandannya, sementara korban disuruh tunggu di Lapangan Sudirman, kota setempat, ternyata pelaku langsung melarikan diri dan membawa kabur perhiasan itu. Aksi tersebut mulai dilakukan sejak tiga bulan yang lalu.

“Tersangka ini juga merupakan napi yang melarikan diri dari Lapas Kelas II A Lhokseumawe sejak 13 Juni 2018 lalu, dan sudah kami kejar selama tiga bulan. Sebelumnya tersangka juga diproses dengan kasus yang sama yakni penipuan dengan jumlah korban delapan orang,” ungkap Arif.

Arif juga menambahkan, barang bukti yang diamankan dari tersangka yaitu, satu unit sepeda motor merk mio sporty warna hitam tanpa nomor polisi, sepasang sepatu, empat lembar surat emas. Total kerugian mencapai Rp 15.900.000.

“Saat ini untuk penampung emas hasil penipuan itu masi kami kembangkan. Dan untuk pelaku sendiri terancam empat tahun penjara,” ujarnya.

Komentar

Loading...