Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

Inflasi Aceh Lebih Baik dari Nasional

Inflasi Aceh Lebih Baik dari Nasional
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis menyampaikan tingkat inflasi Aceh tahun 2018 ini relatif lebih baik dibandingkan dengan angka angka inflasi di Sumatera maupun secara nasional.

Zainal mengatakan, hingga quartal ke empat pertumbuhan ekonomi Aceh relatif meningkat walaupun sempat turun pada quartal ke tiga 2018. Bahkan peningkatannya kurang lebih mencapai angka 4 persen.

Kata Zainal, tingkat inflasi Aceh turun jauh jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2017), dimana pertumbuhan ekonomi hanya 4,19 persen sementara inflasinya 4,25 persen (negatif). Sedangkan pada 2018 berdasarkan perkiraan BI pertumbuhan ekonominya lebih positif walaupun pertumbuhan ekonomi tetap pada kisaran 4 persenan, tetapi inflasinya cukup baik hingga mencapai angka 2 persen.

Zainal menuturkan, salama ini belum pernah tingkat inflasi Aceh itu dalam angka 2 persenan. Bahkan sejak lima tahun terakhir inflasi Aceh berkisar antara 3 sampai 4 persen lebih, dan termasuk iflasi tertinggi di Sumatera maupun Indonesia secara keseluruhan.

"Tahun ini (2018) inflasi Aceh cukup rendah, artinya kita boleh berbangga, kita mampu, inflasi Aceh lebih rendah dari rata-rata Nasional," kata Zainal Arifin kepada wartawan, Kamis (3/1).

Menurutnya, jika posisinya inflasi Aceh lebih rendah maka dapat dipastikan daya beli masyarakat selama ini cukup terjaga, artinya masih mampu membeli barang dengan harga yang relatif stabil, meskipun pendapatannya juga terbilang masih tetap.

"Jika harga barang tinggi maka masyarakat akan mengurangi konsumsinya karena tidak mampu membeli dengan jumlah yang sama sebelum terjadinya inflasi," tuturnya.

Zainal melihat, rendahnya inflasi pada 2018 ini karena berjalannya kerja-sama yang baik Pemerintah Kabupaten/kota dalam mengendalikan pertumbuhan ekonomi.

"Tim pengendalian inflasi daerah bekerja dengan sangat baik dengan institusi lainnya, seperti Bulog dalam menentukan harga beras dan istansi lainnya," ujarnya.

Zainal juga menyebutkan, rendahnya inflasi Aceh tersebut bisa dikatakan karena faktor pengeluaran sektor konsumsi masih tumbuh positif seperti pengolahan industri, pertanian yang tidak mengalami penurunan.

"Walaupun pertumbuhan ekonomi tidak setinggi perkirakan awal karenaserapan APBA yang belum optimal, tetapi selama 2018 ekonomi Aceh juga lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," pungkas Zainal.

Khanduri Laot

Komentar

Loading...