Unduh Aplikasi

Indeks Kota Toleransi Setara Institute Menuai Protes

Indeks Kota Toleransi Setara Institute Menuai Protes
Tugu Simpang Lima Banda Aceh. Foto: Merdeka

BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh memprotes rilis Setara Institute yang menempatkan Banda Aceh sebagai kota dengan tingkat toleransi sangat rendah di Indonesia, setelah Tanjung Balai. DPRK Banda Aceh mempertanyakan indikator yang digunakan lembaga tersebut sehingga mengeluarkan penilaiannya.

“Yang menjadi pertanyaan, apakah mereka datang survei ke Banda Aceh atau hanya dengar dari orang-orang, lalu membuat kesimpulan. Lalu metode apa yang digunakan? Atau ini seperti ada rencana untuk mengerdilkan pemberlakuan syariat Islam di Aceh,” kata Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh Irwansyah, Sabtu (8/12).

Baca: Daftar 10 Kota dengan Toleransi Terendah, Banda Aceh Nomor Dua

Irwansyah meminta Setara Institute tidak asal menuding tanpa mengetahui fakta sebenarnya. Selama ini semua umat beragama hidup berdampingan dengan aman dan nyaman di Banda Aceh.

Penilaian yang dikeluarkan lembaga itu kata dia, sangat bertolak belakang dengan fakta kerukunan beragama di Banda Aceh yang dinilai terjalin harmonis.

"Di Banda Aceh, semua umat beragama bebas menjalankan aktifitasnya tanpa gangguan apapun. Bahkan ada nonmuslim di Banda Aceh yang justru ingin dihukum dengan hukum Islam (cambuk) saat melakukan pelanggaran. Meski dengan manyoritas Islam, namun nonmuslim bisa hidup berdampingan tanpa ada gangguan," kata Irwansyah.

"Bahkan hari-hari besar nonmuslim di sini selalu berlangsung khitmad tanpa adanya penjagaan berlebihan. Jadi penilaian ini sangat kita sesalkan,” ujarnya.

Irwansyah mendukung langka Pemko Banda Aceh yang berencana menyampaikan protes resmi kepada Setara Institute, karena penilaian tersebut dinilai merugikan Banda Aceh yang sedang giat menggerakkan sektor pariwisata.

“Kami meminta kepada semua pihak untuk datang sendiri ke Banda Aceh melihatnya, InsyaAllah aman-aman saja, meskipun menjalankan syariat Islam, bukan berarti hal itu akan menghambat orang untuk datang. Justru kami ingin menampakkan indahnya Islam itu dari Aceh,” kata Irwansyah.

GANN

Komentar

Loading...