Unduh Aplikasi

HPI Serahkan Draft Perwal Pramuwisata ke Kadis Pariwisata Banda Aceh

HPI Serahkan Draft Perwal Pramuwisata ke Kadis Pariwisata Banda Aceh
Penyerahan draft perwal pramuwisata kepada Kadis Pariwisata Banda Aceh, Iskandar. Foto: Ist

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Kota Banda Aceh, menyerahkan draft Peraturan Wali Kota terkait dengan Pramuwisata kepada Kepala Dinas Pariwisata setempat, Iskandar.

Draft tersebut diserahkan langsung oleh Ketua HPI Banda Aceh, Siti Jihadun Nufus di Kantor Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Senin (27/5). Penyerahan juga ikut didampingi beberapa pengurus HPI Banda Aceh.

Jihan--sapaan akrab Siti Jihadun Nufus--mengatakan draft perwal itu diserahkan pascaadanya pertemuan dengan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman. Dimana dalam pertemuan itu, wali kota sangat mendukung agar lahirnya perwal tentang pramuwisata.

"Ini merupakan semangat kami untuk mendukung sektor pariwisata kearah yang lebih baik dan teratur sehingga manfaatnya dapat benar-benar dinikmati oleh putra daerah," kata Jihan.

Menurut Jihan tujuan adanya Perwal Pramuwisata ini untuk mengatur agar nantinya tidak ada lagi pramuwisata yang tidak memiliki legalitas dan sertifikat profesi yang menjadi pemandu wisata bagi wisatawan di Banda Aceh.

Pertemuan pengurus HPI Banda Aceh dengan Kadis Pariwisata Banda Aceh, Iskandar. Foto: Ist

Selama ini, kata Jihan, pihaknya kerap mendapati pemandu wisata yang berasal dari luar Aceh terutama dari wilayah Sumatera Utara, yang tidak memiliki lisensi profesi pramuwisata dan bisa saja menyampaikan informasi-informasi yang tidak sesuai dengan sejarah Aceh.

Sehingga, kata Jihan, kejadian itu sangat merugikan Aceh jika dibiarkan terus tanpa ada pengawasan dan sikap serius dari pemerintah untuk melakukan penertiban.

"Disatu sisi kita sedang memperbaiki citra Aceh yang sempat terpuruk akibat konflik yang panjang dan musibah Tsunami. Namun disisi lain ada oknum-oknum yang justru lebih senang menceritakan hal negatif tentang daerah kita yang padahal belum tentu benar adanya," jelasnya.

Ia juga menjelaskan dalam draft perwal tersebut juga mengatur secara jelas persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pemandu wisata dalam bekerja, yang pastinya sesuai dengan penerapan Syariat Islam dan kearifan lokal yang ada di daerah, sehingga ini akan menjadi ciri khas para pemandu wisata di Serambi Mekah.

"Di Bali dan beberapa provinsi lain di Indonesia juga sudah ada aturan tentang profesi pramuwisata, bahkan aturanya sangat tegas. Kami ingin Banda Aceh juga demikian, mengingat kota ini adalah salah satu World Islamic Tourism yang memiliki potensi pariwisata yang sangat menarik," ujarnya.

Jihan juga mengatakan proses realisasi peraturan ini memang masih panjang, namun mengingat komitmen wali kota dan juga respon positif dari Kadis Pariwisata, pihaknya optimis Pemko Banda Aceh akan serius memperjuangkan usulan perwal itu.

"Kami berharap Banda Aceh bisa menjadi role model bagi daerah lain di Aceh dalam membenahi sektor pariwisata," ujarnya.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin

Komentar

Loading...