Unduh Aplikasi

Hari Ini, Jaksa KPK Bacakan Tuntutan untuk Ahmadi

Hari Ini, Jaksa KPK Bacakan Tuntutan untuk Ahmadi
Bupati nonaktif Bener Meriah Ahmadi usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK. Foto:Antara

BANDA ACEH - Proses persidangan terhadap terdakwa, Bupati Bener Meriah nonaktif, Ahmadi terus berjalnan. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sudah mengajukan sejumlah bukti dalam persidangan tersebut.

Ahmadi ditetapkan tersangka atas kasus dugaan suap DOKA 2018 terhadap Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf. Ahmadi dalam persidangan sebelumnya juga menghadirkan sejumlah saksi yang meringankannya.

Hari ini, Kamis (22/11), Jaksa KPK direncanakan akan membacakan tuntutan untuk terdakwa Ahmadi, Bupati Bener Meriah yang diduga memberikan suap pada Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan kawan-kawan.

"Sedangkan untuk Irwandi Yusuf, T. Saiful Bahri, dan Hendri Yuzal, berkas dan dakwaan telah dilimpahkan JPU sebelumnya dan akan dijadwalkan persidangan perdana, Senin (26/11)," kata Juri Bicara KPK, Febri Diansyah.

Dalam sidang sebelumnya, tim kuasa hukum menampilkan foto Ahmadi, bersama Irwandi dengan sejumlah orang asal Indonesia dan satu warga asing. Ahmadi mengatakan, foto tersebut diambil dalam kegiatan acara Global Specialty Coffee Expo. Ahmadi menjadi perwakilan delegasi bersama Irwandi untuk mempromosikan kopi khas Aceh.

Tim kuasa hukum sempat menanyakan soal keluarganya. "Baik, Pak. Pertanyaan berikut saya, Bapak sudah berkeluarga, Pak?" tanya salah seorang pengacara kepada kliennya tersebut. "Sudah," jawab Ahmadi.

Baca: Diklaim Dekat dengan Masyarakat, Reje Kampung Minta Ahmadi Dibebaskan

Lantas, tim kuasa hukum menanyakan berapa jumlah anak kandung yang dimilikinya. Mendengar pertanyaan itu, Ahmadi terdiam sesaat. Kemudian, terdengar isakan tangis.

"Saya punya anak empat, Pak," jawab Ahmadi terbata-bata.

"Saya punya anak empat, yang satu 14 tahun, nomor dua 9 tahun, nomor tiga 7 tahun nomor empat 2,5 tahun," lanjutnya.

Tim kuasa hukum menanyakan, apakah Ahmadi menyesali segala perbuatannya sebagaimana yang telah disampaikan ke majelis hakim dan jaksa KPK.

"Tentu saya sangat menyesal, karena dengan keadaan seperti ini, saya tidak dapat lagi memberikan kasih sayang saya kepada anak anak saya, Pak," ujar dia sambil menahan tangis.

Mendengar jawaban Ahmadi, tim pengacara berhenti bertanya dan menyerahkannya kepada majelis hakim.

Ketua majelis hakim Ni Made Sudani mencoba menenangkan Ahmadi. Sudani berharap ke Ahmadi untuk menjadikan kasusnya sebagai pelajaran.

"Ya, ini menjadi pelajaran ya, kan memang ke sini arahnya, sebelumnya kan memang pasti enggak akan menyangka seperti ini," kata Sudani. "Sudah tenang?" tanya Sudani lagi.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...