Unduh Aplikasi

Harga Meroket, Emak Menjerit

Harga Meroket, Emak Menjerit
ilustrasi: bbc

MENJELANG Ramadan, harga-harga kebutuhan pokok di seluruh pasar di Aceh merangkak naik. Harga beberapa komoditi penting bahkan meroket. Kondisi ini terus menerus berulang di hari-hari tertentu. Semua beralasan kenaikan harga didorong oleh meningkatnya permintaan.

Harga bawang, beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam, mengalami kenaikan yang cukup membuat emak-emak menjerit. Merekalah yang merasakan dampak paling besar dari kenaikan harga ini. Kenaikan harga ini terpaksa diakali dengan mengurangi ukuran dan kadar masakan yang menggunakan bahan-bahan tersebut.

Di kantor Gubernur Aceh, para pemangku kepentingan menggelar rapat tingkat tinggi pengendalian harga. Mereka membahas upaya menekan laju kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Mereka juga membahas potensi kenaikan tarif angkutan udara yang sudah lebih dahulu naik.

Pemerintah memang seharusnya mengambil langkah jitu untuk menekan kenaikan harga agar tidak semakin membebani masyarakat yang kesulitan. Apalagi, daya beli sebagian masyarakat, terutama di kawasan pedesaan dan masyarakat kelas menengah ke bawah. Bagi mereka, sedikit saja harga naik akan sangat berdampak bagi kehidupan sehari-hari.

Sayang, langkah yang diambil cenderung sporadis. Operasi pasar seperti menjanjikan untuk menekan harga. Namun jelas ini tak cukup efektif untuk mengadang laju kenaikan harga. Apalagi operasi pasar sering kali tak menjangkau masyarakat di daerah perkampungan yang jauh dari pusat pemerintahan.

Yang harus dilakukan pemerintah adalah memegang kendali terhadap barang-barang kebutuhan. Hal sepenting ini seharusnya tidak digantungkan ke pihak lain. Pemerintah tak boleh membiarkan pasar mengendalikan harga komoditas penting. Membiarkan kendali pasar sama saja dengan membiarkan kenaikan harga terutama menjelang Ramadan dan hari-hari besar lain, termasuk pada musim maulid.

Pemerintah juga harus berani menindak para spekulan yang kerap mengeruk keuntungan di hari-hari besar. Dengan demikian, tak ada seorangpun yang berani bermain untuk mengejar keuntungan dan mencekik rakyat. Jangan biarkan emak-emak menjerit kala berada di pasar yang panas, sementara pejabat sibuk merumuskan "teori" di ruang be-AC.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...