Unduh Aplikasi

Harga Jual Jagung di Aceh Utara Meningkat

Harga Jual Jagung di Aceh Utara Meningkat
Jagung hasil panen milik petani saat proses pengeringan

ACEH UTARA - Masyarakat kelompok petani jagung di pedalaman Kabupaten Aceh Utara kian bergairah. Hal tersebut dikarenakan harga jual jagung kian meningkat dalam beberapa pekan terakhir dari harga sebelumnya Rp 3500/ kg saat ini meningkat dikisaran harga Rp 4500/kg.

Keuchik Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan Jaharuddin mengatakan, petani jagung di desanya saat ini kian bergairah, itu karena harga jual jagung kian meningkat dalam sepekan terakhir.

"Salah satu kelompok petani jagung Seribunga di Dusun Bina Baru, desa saya kini bisa berpenghasilan lumayan seiring meningkatnya harga jual," kata Jaharuddin kepada AJNN, Rabu (10/7) sore.

Menurutnya harga jual jagung tingkat petani per kilogram untuk pipilan kering diambil agen dari petani dengan harga Rp 4.500, sebelumnya Rp 3.500 /kg. Sementara harga paling tinggi yang pernah dijual petani Rp 5.500/kg.

Jaharuddin menyebutkan, jagung yang sudah dipanenkan itu terlebih dulu dijemur bersama tongkolnya hingga dua sampai tiga hari, kemudian dirontokkan.

"Harga jual pipilan kering lebih mahal harga jual kepada penampung bila dibandingkan jagung basah atau baru siap panen," ujarnya.

Jaharuddin menyebutkan, saat ini sekitar tiga hektare lebih lahan jagung milik Kelompok Tani Seribunga di Dusun Bina Baru, Gampong Leubok Pusaka dalam proses panen. Sementara untuk tiga hektarenya lagi masih dalam tahapan berbunga.

Tambahnya, Seribunga merupakan kelompok tani binaan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Utara, di mana dinas dimaksud memberikan bibit jagung, pupuk dan pestisida untuk petani.

Tak hanya itu, dinas tersebut melalui Mantri Tani juga melakukan pembinaan untuk beberapa kelompok tani lainnya seperti di Dusun Tanah Merah dan Dusun Cermai yang ada di Gampong Lubok Pusaka.

“Ini bukan yang pertama kali dilakukan panen oleh petani, sebelumnya juga sudah beberapa kali panen, namun kali ini produksinya lebih bagus dibandingkan sebelumnya,” jelasnya.

Penyebab meningkatnya produksi pada panen kali ini, sambung Jaharuddin, disebabkan berkurangnya serangan hama, seperti gangguan babi hutan dan gajah liar yang merusak tanaman petani.

Komentar

Loading...