Unduh Aplikasi

Harga Bawang dan Cabai Melonjak Tinggi di Lhokseumawe

Harga Bawang dan Cabai Melonjak Tinggi di Lhokseumawe
Pedagang menjajakan komuditi pangan di pasar Pusong, Kota Lhokseumawe. Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE – Sejumlah komoditi pangan di pasar tradisional Kota Lhokseumawe mengalami lonjakan harga sejak dua pekan lalu. Kenaikan tersebut disebabkan minimnya pasokan barang akibat musim hujan yang melanda wilayah itu sejak beberapa pekan terakhir.

Kenaikan harga komoditi tersebut meliputi bawang merah yang sebelumnya Rp 15 ribu per kilogram kini menjadi Rp24 ribu per kilogram. Harga cabai merah sebelumnya Rp 28 ribu kini menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Nazaruddin, pedagang di Pasar Pusong Lhokseumawe mengatakan, hal senada juga terjadi pada harga cabai rawit yang sebelumnya harga hanya Rp 30 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 55 ribu per kilogram, harga tomat sebelumnya Rp 8 ribu per kilogram kini menjadi Rp 12 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga juga terjadi pada bawang putih, sebelumnya Rp 18 ribu per kilogram kini tembus menjadi Rp27 ribu per kilogram, harga kol sebelumnya Rp 3 ribu per kilogram kini menjadi Rp 8 ribu per kilogram,” kata Nazaruddin kepada AJNN, Sabtu (27/10).

Di tempat terpisah, salah seorang pedagang telur di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe, Nur mengatakan harga telur bebek asin juga mengalami kenaikan, sebelumnya Rp 2.200 per butir kini menjadi Rp2.500 per butir, harga telur puyuh sebelumnya Rp 27 per papan, kini menjadi Rp 30 ribu per papan.

“Sementara harga telur ayam ras malah turun, sebelumnya Rp 30 ribu per papan kini menjadi Rp27 ribu per papan, harga telur ayam kampung sebelumnya Rp 65 ribu per papan, kini turun menjadi Rp 60 ribu per papan,” ungkap Nur.

Sementara salah seorang pembeli kebuthan dapur, Fitri warga Kuta Blang Lhokseumawe berharap, agar pemerintah dapat menstabilkan kembali harga kebutuhan komuditi pangan. Pasalnya, menurut dia setiap hendak memasuki bulan Maulid dan akhir tahun harganya pasti melonjak tinggi.

“Semoga dapat distabilkan lah harganya, sayang masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah,” harapnya.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...