Unduh Aplikasi

Harapan untuk Kesembuhan Arkan

Harapan untuk Kesembuhan Arkan
Arkan ditemani sang ibu saat di rumah kost Jakarta

BANDA ACEH - Orang tua Muhammad Arkan kini bisa tersenyum karena anak bungsunya sudah bisa menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta berkat bantuan sosial aksi kemanusiaan.

Muhammad Arkan, bocah 3 tahun asal asal Gampong Tanjongan, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen ini mengalami bocor jantung. Penyakit itu diderita Arkan sejak ia baru melihat dunia.

Anak paling buntut pasangan M Jamil (48) dan Safriana (37) itu sekilas memang terlihat biasa-biasa saja, bisa melompat dan bercanda dengan orang-orang disekitarnya, layaknya sikap anak-anak kecil seumuran Arkan.

Namun, siapa bisa menduga, dibalik keceriaannya, Arkan sedang menyembunyikan rasa sakit yang dialaminya karena terkena Tetralogy of Fallot (TOF) atau gangguan yang disebabkan oleh kondisi empat penyakit jantung bawaan saat lahir.

Akibat penyakit yang dideritanya ini, Arkan tidak bisa bermain bersama teman-temannya lantaran kondisi fisik yang terlalu lemah dan cepat lelah.

Harapan Arkan untuk bisa bermain bersama teman-temannya bakal terwujud, berkat keringanan tangan orang-orang, Arkan bisa menjalani pengobatan di rumah sakit Harapan Kita Jakarta. Kini Arkan resmi tercatat sebagai salah satu pasien Harapan Kita Jakarta setelah mendapat rujukan dari RSUZA Banda Aceh beberapa waktu lalu.

Berkat bantuan kemanusiaan, Arkan bersama ayah dan ibu sudah tiga kali terbang menuju Jakarta menjalani pengobatan. Setiap sampai jadwal pemeriksaan, Arkan selalu menangis karena melihat para dokter yang memakai jas putih itu menancapkan jarum suntik kepadanya. Arkan tidak tahu kalau semua itu untuk kesembuhannya.

Di Jakarta, Arkan bersama keluarga tinggal disebuah rumah kost tanpa kamar yang berada di Jalan 20 Desember RT 4 RW 3 Pegadungan Kecamatan Kalideres Jakarta Barat. Selama di Jakarta, semua kebutuhan keluarga mulai dari makanan, tranportasi serta kebutuhan lainnya menjadi tanggung jawab ACT Aceh yang berhasil mengumpulkan dana melalui Kitabisa.com.

Bahkan kebutuhan saudara-saudara Arkan di kampung juga menjadi kewajiban ACT memenuhi kebutuhan mereka selama orang tua merawat Arkan di Jakarta.

"Biaya pengobatan tidak dibiayai ACT, yang lainnya iya, karena Arkan masih menerima tanggungan dari BPJS Kesehatan," kata ayah Muhammad Arkan, M Jamil kepada awak media saat mengunjungi keluarga di Jakarta, Jum'at (1/11).

Sehari-hari M Jamil berprofesi sebagai pekerja serabutan dan buruh bangunan, penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sedangkan Ibu Arkan, Safriana hanya sebagai ibu rumah tangga dan tidak punya pekerjaan apa-apa selain mengurus Arkan dan 4 saudaranya.

Untuk pengobatan Arkan, awalnya pihak RS Jantung Harapan Kita mengatakan jadwal operasi Arkan akan keluar pada 13 April 2018. Sayangnya tiba-tiba pihak rumah sakit menunda kabar jadwal operasi hingga 17 Mei 2018. Namun sampai saat ini dokter belum mengambil tindakan operasi terhadap Arkan karena masih banyak pemeriksaan lainnya terlebih dahulu.

M Jamil menyampaikan, berdasarkan penyampaian dokter, Arkan harus menjalani pemeriksaan Telinga, Hidung Tenggorokan (THT), pemeriksaan gigi dan anestesi, setelah semua itu selesai maka baru Arkan bisa dioperasi.

"Kemungkinan Arkan hanya cukup sekali menjalani operasi dan Insyaallah Arkan bisa sembuh," ujarnya.

Ayah Arkan berharap dengan pengobatan ini Arkan bisa sembuh dan kembali bermain bersama teman-temannya dengan gembira seperti anak-anak lainnya.

Sementara itu, Marketing Communication ACT Aceh, Rahmad Aulia menuturkan pihaknya akan terus mendampingi Arkan sampai sembuh, dan mereka terus mencari donatur untuk membantu proses pengobatan Arkan. Dan saat ini ACT sudah berhasil mengumpulkan sebanyak Rp 203 juta untuk kebutuhan Arkan dan keluarga.

"Sudah terkumpul 203 juta selama tiga bulan melalui kitabisa.com, dengan total donatur mencapai 3 ribu lebih," sebutnya.

Dalam kunjungan itu, Rahmad juga memberikan semangat untuk Arkan, dia meyakinkan kalau Arkan sebentar lagi akan bisa kembali bermain bersama teman-teman di kampung.

"Arkan nanti pasti bisa bermain lagi bersama teman-teman, jangan nangis ya waktu berobat," imbuh Rahmad yang disambut senyum oleh Ayah dan Ibu Arkan.

 

Komentar

Loading...