Unduh Aplikasi

Haji Uma: Politik jangan sampai bikin rakyat apatis

Haji Uma: Politik jangan sampai bikin rakyat apatis
Haji Uma
BANDA ACEH - Bedasarkan rekapitulasi perolehan suara calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Sabtu, (26/4) lalu , dipastikan Sudirman melenggang ke senayan bersama Rafli, Fachrur Razi dan Ghazali Abbas.

Ke empat anggota DPD yang akan mewakili Aceh merupakan wajah baru, dua diantaranya adalah seniman yaitu Rafli dan Sudirman.

Sudirman memang sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat Aceh, ia dikenal dengan sebutan Haji Uma yang populer dalam film komedi Eumpang Breuh.

Dalam film tersebut ia berperan sebagai tokoh cepat marah, keras dan kental  dengan norma ke-Aceh-an yang sesuai kehidupan masyarakat Aceh, dalam flim itu ia adalah tokoh yang sangat ditakuti semua orang, karena selalu membawa belati (parang) kemanapun pergi.

Namun karakter dalam film tersebut sangat bertolak belakang dengan keseharian, yang ramah, sopan dan suka bercanda.

Hal itu terlihat ketika wartawan AJNN menemuinya di Gedung Amel Convention Banda Aceh saat pergelaran  malam anugerah sejarah dan budaya Kota Banda Aceh Atau Heritage Award, Minggu (27/4).

Sudirman kepada AJNN mengatakan ia sangat berterima kasih kepada masyarakat Aceh yang telah memberikan kepercayaan mewakili Aceh ke Senayan.

"Ini adalah amanah masyarakat kepada saya yang nantinya amanah ini harus betul-betul saya perjuangkan,"  kata Sudirman  serius.

Saat di parlemen nantinya ia berekad untuk menciptakan kemakmuran, peradaban, kesejahteraan dan tegaknya Syariat Islam di Aceh

" Kita harus bekerja kepada masyarakat tentunya  kita bekerja dari bawah ke atas artinya saya mengharapkan masyarakat sebagai agent dan kita selalu turun ke dalam masyarakat," ujarnya.

Kata Sudirman, ia tak ingin hanya memberi iming-iming kepada masyarakat, namun tetap menyampaikan kepada pusat walaupun pahit dan berat terkait apa yang sebenarnya diinginkan masyarakat.

"Jangan sampai politik membuat rakyat jenuh dan apatis padahal politik jembatan untuk menuju kesejahteraan," tuturnya.

Selain aktif dalam dunia perfilman Aceh, ia juga rutin memberi ceramah agama kepada masyarakat, terutama saat peringatan maulid Nabi.

"Kita juga harus menjaga identitas bangsa, budaya dan bahasa Aceh, " jelasnya

Sudirman juga mengomentari tentang pergelaran Haritage Award, menurutnya kegiatan itu sangat berkenaan dengan rasa menjaga budaya Aceh.

"Sebagaimana selama ini yang kita tonjolkan dalam film,  kita mengajak  menjaga budaya, bahasa dan karakter Aceh," ujar Sudirman.

YANIS

Komentar

Loading...