Gubernur Aceh: Atlit Berprestasi Lahir dari Proses yang Matang

·
Gubernur Aceh: Atlit Berprestasi Lahir dari Proses yang Matang
Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyampaikan sambutan saat membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke XIV di Kota Langsa,
LANGSA - Atlit berprestasi tidak datang dari langit dan tidak muncul secara tiba-tiba. Atlit hebat hanya lahir dari proses pelatihan yang matang dan berkesinambungan. Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau POPDA Aceh, merupakan salah satu sarana untuk mencari bakat-bakat unggul dari proses seleksi yang ketat, yang kelak akan dilatih dan dibina secara khusus agar dapat tampil sebagai atlit profesional.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, dihadapan ribuan peserta dan masyarakat yang memadati Stadion Langsa, saat menyampaikan sambutan dan membuka secara resmi POPDA Aceh ke 14, Senin (23/5) malam.

"Itu sebabnya Pemerintah Aceh terus mendorong agar Pemerintah Kabupaten/Kota menambah anggaran dalam bidang pembinaan olahraga serta aktif menyelenggerakan event olahraga di daerah masing-masing, khususnya di tingkat pelajar melalui berbagai kompetisi lokal," ujar pria yang akrab disapa Doto Zaini.

Menurut Gubernur, dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Kota pada bidang olahraga sangat penting karena bakat-bakat hebat banyak terdapat di kalangan pelajar yang tersebar di berbagai daerah.

Selain itu, Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005, tentang Sistem Keolahragaan Nasional, telah mengamanatkan agar pembinaan olahraga dimulai dari wilayah terkecil di daerah untuk kemudian berlanjut ke tingkat atasnya, hingga tingkat nasional dan selanjutnya internasional.

“Dengan kata lain, pembinaan olahraga harus dilakukan sejak usia dini,” tegas alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara itu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan, bahwa POPDA yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali itu merupakan ajang untuk melakukan pembinaan dan memantau prestasi para atlit di tingkat daerah menuju ke ajang nasional bahkan dunia. “Karena itu kami berharap ananda semua dapat berjuang sekuat tenaga untuk melakukan yang terbaik dalam kompetisi ini, sehingga masyarakat Aceh bangga dengan prestasi yang kalian torehkan.”

Untuk diketahui bersama, para atlit berprestasi di POPDA ke-14 ini akan diutus untuk mengikuti Pekan olahraga Pelajar Wilayah Sumatera yang akan berlangsung pada bulan Agustus 2016 di Riau. Jika prestasinya di POPWIL menjanjikan, maka akan dikirim ke Pekan Olahraga Pelajar Nasional ke-14 di Jawa tengah pada tahun 2017.

“Dapat dikatakan, POPDA adalah titik puncak dari semua proses pembinaan yang berlangsung selama ini. Namun, event ini bukan sekedar sarana untuk mencari juara atau yang terbaik, tapi juga sebagai sarana untuk bersilaturrahmi antar atlit dan pelajar serta menguji hasil pembinaan yang telah dilakukan di masing-masing daerah.”

Oleh karena itu, Gubernur berpesan kepada para atlit agar dapat tampil baik serta bertanding secara sportif, dan saling menghargai dan menjunjung tinggi persaudaraan sebagai sesama masyarakat Aceh.

“Ingat, bahwa ‘sang juara sejati’ adalah mereka yang punya tekad yang kuat, gigih dalam berlatih, serta jujur dalam bersikap. Saya berharap, Spirit ‘Sang Juara’ itu ada pada diri kalian semua. Berikan yang terbaik demi mengharumkan nama daerah masing-masing,” pesan Gubernur.

Usai Gubernur menekan sirine tanda telah dibukanya POPDA XIV Langsa, para penonton dikejutkan dengan atraksi kembang api. Atraksi yang berlangsung selama lima menit itu membuat malam pembukaan POPDA semakin semarak. Masyarakat dan para atlit terlihat terus bertepuk tangan hingga pesta kembang api selesai.

Dalam sambutannya, Gubernur juga sempat menyatakan, bahwa Pemerintah Aceh sangat mendukung perkembangan atlit Aceh. Hal tersebut dibuktikan dengan kucuran dana sebesar Rp32 miliar untuk kontingen Aceh yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional di Jawa Barat.

Gubernur juga berjanji akan terus meningkatkan anggaran di bidang olahraga. Selain itu, Gubernur juga menjelaskan, saat ini Pemerintah Aceh sudah menyurati Badan Pengelola PON dan meminta agar PON pada 2024 diselenggarakan di Aceh.

Dalam sambutannya, Gubernur juga berjanji akan memberikan beasiswa bagi atlit-atlit berprestasi serta atlit yang mampu memecahkan rekor wilayah maupun rekor nasional. “Saya selaku Kepala Pemerintahan Aceh akan memberikan beasiswa, baik dalam maupun luar negeri kepada atlit berprestasi yang mampu merebut juara satu, dua dan tiga serta yang mampu memecahkan rekor wilayah maupun rekor tingkat nasional,” ujar Gubernur, disambut tepuk tangan dari 2.397 atlit pelajar yang memadati Stadion Langsa. “Selamat bertanding dan berkompetisi. Semoga event ini berjalan dengan baik, dan dari event ini pula kita berharap Aceh akan memiliki atlit-atlit hebat yang kelak mampu berbicara di tingkat dunia."
HUT Abdya ke 15

Komentar

Loading...