Unduh Aplikasi

GM Kyriad Muraya Hotel : Penangkapan Urusan Pribadi Pelaku

GM Kyriad Muraya Hotel : Penangkapan Urusan Pribadi Pelaku
Petugas Satpol PP dan WH Aceh bersama Polres Kota Banda Aceh saat merazia kamar yang di gunakan pelaku, Sabtu (6/11). Foto:Ist

BANDA ACEH – Manajemen Kyriad Muraya Hotel mengklarifikasi penangkapan karyawannya, MIR, (22) dan PMA (32) dalam razia rutin petugas gabungan Satpol PP dan WH Aceh bersama Kepolisian Kota Banda Aceh. Dalam klarifikasinya, General Manager (GM) Kyriad Muraya Hotel Aceh, Bambang Pramusinto menyampaikan keberatan jika kasus penangkapan dikaitkan dengan hotel bintang tiga itu.

"Itukan tidak bisa disangkut pautkan dengan istitusi karena masalah pribadi bang. tidak ada sangkut pautnya dengan Kyriad," kata Bambang Pramusinto kepada AJNN , Jumat (16/11).

Baca:Tertangkap di The Pade, Karyawan Kyriad Hotel di Ancam Cambuk

Bambang juga mengklarifikasi peristiwa penangkapan pasangan MIR dan PMA yang dinilai telah lama terjadi. Menurut Bambang, pasangan yang ditangkap Satpol PP dan WH karena melanggar Qanun No 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat itu bukan ditangkap November.

"Bukannya November, itu Oktober bang, udah lama, 8 Oktober," kata Bambang.

Foto: Akun Instagram Agavetarigan17

Namun Bambang enggan menjelaskan alasan keberatannya terkait waktu dan tanggal penangkapan. Saat ditanya apakah upaya itu untuk menyampaikan bantahan jika pada saat penangkapan, pelaku sudah tidak lagi berstatus sebagai karyawan Kyriad Muraya Hotel, Bambang mengelak.

"Saya enggak mau bahas itu, yang ingin saya sampaikan itu bahwa, itu adalah urusan pribadi. Itu privasi masing-masing individu. Samalah kalau ada karyawan Polrestabes atau Polda yang kemaren ditangkap, apa poldanya harus bertanggunjawab. tidakkan,"kata Bambang.

Menurut Bambang, pemberitaan AJNN terkait penangkapan MIR dan PMA oleh Satpol PP dan WH Aceh telah melanggar kode etik jurnalistik dan bentuk pencemaran nama baik. Itu karena AJNN menyebut kedua pelaku sebagai karyawan hotel yang resmi beroperasi pada Kamis 16 November 2017 lalu.

"Soal (berita) berdasarkan (narasumber ) WH betul-betul. Tapi satpol PP dan WHpun di berita acaranya, saya tanya, tapi diapun tidak berani menyebutkan (pelaku) Karyawan Kyriad. Walaupun dia (pelaku mengaku karyawan) istilahnya karyawan perusahaan apa, ada inisial atau apa. Tapi inikan langsung menyebut Kyriad," kata Bambang.

Bambang mengaku telah menghubungi Kasatpol PP dan WH Aceh serta Kepala Dinas, terkait dimuatnya tidaknya status pekerjaan kedua pelaku dalam berkas acara pemeriksaan (BAP) setiap pelanggar Qanun Syariat Islam.

"Saya sudah konfirmasi dengan Kasatpolnya, Kadisnya dengan pak gufron sendiri saya sudah. Tapi (dikatakan) enggak pak, itu gak ditulis karena itu masalah pribadi tidak ada sangkut pautnya dengan hotel Kyriad. itu baru betul. Terlepas dari pengakuan, dia (pelaku) bang, intinya itu adalah kelakuan pribadi tidak bisa abang sangkut pautkan dengan Kyriad," kata Bambang mengulangi.

Bambang mengatakan telah berkordinasi dengan pengacaranya untuk melakukan upaya hukum ke Dewan Pers jika media ini tidak mengklarifikasi pemberitaan penangkapan MIR dan PMA yang menyebut keduanya sebagai karyawan Kyriad Muraya Hotel. Media ini kata Bambang harus mengkonfirmasi manajemen hotel sebelum menayangkan berita itu.

"Ini sudah masuk keranah pencemaran nama baik lo bang, lowyer saya sudah teriak-teriak ini, somasi aja ke dewan pers. saya bilang jangan dulu. makannya saya minta itu ajalah (klarifikasi), jadi itu namanya win-win solution. Yang lain pun media-media yang lain, tau itu, itu masalah udah lalu. Mereka dapat berita semua, tapi mereka gak muat karena masih menganggap baik saya, gitu lo bang," ujar Bambang.

Sebelumnya, media ini melansir berita dua karyawan Kyriad Muraya Hotel yang terancam hukuman cambuk setelah terjaring razia petugas gabungan Satpol PP WH dan Kepolisian Kota Banda Aceh. Berita tersebut, mengutip data dan sumber dari Kepala Satpol PP dan WH Aceh, Dedy Yuswadi melalui Kasi Operasi dan Pengawasan Syariat Islam, Marzuki.

Foto dokumen BAP yang menyebut status pekerjaan kedua pelaku sebagai Karyawan Kyriad Muraya Hotel. Foto Ist. 

 

Komentar

Loading...